Terkait Penyegelan SD Inpres 153 Bontonompo, Anggota DPRD Takalar Angkat Bicara

463

SULSELBERITA.COM. Takalar - Sebagaimana diberitakan media ini dan beberapa media lainnya, terkait polemik penyegelan Sekolah SD Inpres 153 Bontonompo  Kelurahan Canrego Kec.Polsel Kab.Takalar oleh Ahli waris pemilik Tanah Muh.Tahir Dg Nompo, mengakibatkan seratus lebih murid harus terlunta lunta.

Menyikali hal tersebut, anggota DPRD Takalar dari Partai Demokrat Husnia Rahman, ketika dimibta tanggapannya oleh awak media ini, akhirnya ikut angkat bicara.

"Kalau soal aset harapannya bila memang itu sudah ada alas hak pemerintah daerah sebaiknya disegerakan untuk dikomunikasikan dengan yang bersangkutan secara persuasif dulu sebelum melibatkan aparat hukum". Ujarnya melalui pesan Whatshapl. Rabu, (16/10/2019).

Advertisement

Lanjut di katakannya lagi, "Dan jika belum, maka secepatnya mengambil langkah untuk menyelesaikan, sebagaimana permintaan pemilik dengan tetap memperhatikan mekanisme sistem penganggaran, sementara  soal anak anak yang terdampak, pemda harus bisa mencari solusi dengan menyiapkan tempat atau mungkin menggabung dengan sekolah terdekat bila ada". Tutup Dg Tayu sapaan akrab legislator Partai Demokrat ini.

Baca Juga  Sejumlah Suku di Papua Tegas Tolak OPM  Papua, 25 November 2020, Nomor: SP-53/XI/2020.

Sebagaimana diketahui, sejak ahli waris melakukan penutupan dan penyegelan sekolah sekitar hampir dua bulan yang lalu, kasus ini tetap tidak ada kejelasan.

Apakah akan ada solusi dari polemik ini?. Ataukah seratusan lebih murid akan menjadi korban dari permasalahan yang mereka tidak ketahui. Kita nantikan jawabannya.

Advertisement
BAGIKAN