Aliansi Mahasiswa Peduli UIN Desak Kejati Sulselbar Investigasi RS. UIN Alauddin

HUT ke-81 RI Bupati dan Wakil Bupati Takalar

HUT ke-81 RI Ketua DPRD Takalar

SELBERITACOM. Makassar– Beberapa mahasiswa peduli UINAM mendesak Kejati SulSelBar untuk mengusut tuntas indikasi dugaan persoalan korupsi pembangunan rumah sakit UIN Alauddin Makassar,besar dugaan kami adanya indikasi korupsi dalam pembangunan rumah sakit UIN Alauddin Makassar, yang telah beberapa tahun pengerjaan namun kuat dugaan kami pengerjaan tersebut tidak sesuai bestek dan terindikasi merugikan keuangan negara,sebab sudah lama pembangunan tersebut dilaksanakan namun sampai sekarang belum juga selesai dan tak kunjung digunakan.

Koordinator AMPUN, Zulfikar menegaskan bahwa akan mengawal kasus ini sampai tuntas dan mendesak Kejaksaan Tinggi SulSelBar untuk melakukan investigasi sebagai wujud penegakan supremasi hukum sebagaimana yang di atur dalam Undang-Undang nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Bacaan Lainnya

HUT ke-81 RI ody Riyan Saputra - Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Takalar

dr. Ruslan Ramli, M. Adm. Kes, HUT Ke-81 RI

Bansuhari Said - Camat Pattallassang Kabupaten Takalar

HUT ke-81 RI Ayatullah Rawatib - Plt. Camat Polongbangkeng Selatan

Firmansyah Habsi - Lurah Pappa Kecamatan Pattallassang - Takalar

dr. irmayani, HUT Ke-81 RI

Himbaun Pasang Bendera Merah Putih HUT ke-81 RI

Zulfikar sebagai kordinator dari Aktivis Mahasiswa Peduli UIN Alauddin Makassar (AMPUN) menyatakan sikap bahwasannya ada beberapa peraturan dan regulasi yang ada di UIN Alauddin tidak melibatkan mahasiswa sepenuhnya, dalam hal ini seperti pembongkaran bale-bale (tempat nongkrong) mahasiswa oleh pihak kampus, ini bertanda bahwasannya pihak kampus menginginkan mahasiswa untuk nongkrong di depan rektorat,persoalan UKT yang sampai saat ini tidak berjalan dengan maksimal dimana beberapa minggu lalu kami pernah membagikan kuisioner ke beberapa mahasiswa di setiap fakultas,ada beberapa mahasiswa yang dalam hal ini ekonominya menengah kebawah justru mendapatkan UKT yang besar sedangkan mahasiswa yang mempunyai ekonomi menengah ke atas justru mendapatkan UKT yang rendah,ini pertanda bahwasanya pihak kampus tidak menyelengarakan UKT sebagaimana mestinya.

Belum lagi persoalan infrastruktur fakultas yang sampai saat ini masih sangat jauh dari harapan mahasiswa,ini tentu menjadi tugas besar kepada Rektor UIN Alauddin Makassar yang baru.tegas zulfikar

Pos terkait