Proyek Betonisasi PT Jenifer Utama Manndiri Tahun 2018 di Duga Sarat Korupsi

694

SULSELBERITA.COM. Takalar - Proyek pekerjaan peningkatan jalan betonisasi ruas Bantinoto-Cakura di kelurahan Bulukunyi Kecamatan Polsel Kabupaten Takalar tahun 2018 yang dikerjakan oleh PT.Jenifer Utama Mandiri tahun lalu, kini mulai rusak, karena diduga dikerjakan asal jadi.

Dilansir dari TOPIKterkini.com,  Proyek yang di kerjakan dengan nomor kontrak 94/KTR-DAK/DPU.PRKP-BM/VII/2018 dengan nilai anggaran Rp 10.160.040.000 tersebut, bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2018.

Advertisement

Dari hasil pantauan di lapangan, salah satu Jalan Beton yang dikerjakan, yakni disepanjang jalan beton Ruas Bantinoto-Cakura di Kelurahan Bulukunyi Kecamatan Polsel Kabupaten Takalar. belum cukup setahun sudah rusak dan terbongkar.

Perlu diketahui, PT.Jenifer Utama Mandiri mengerjakan proyek peningkatan jalan beton pada tiga ruas jalan, yaitu, Ruas Bantinoto-Cakura Kecamatan Polsel, ruas Tepo’-Cikoang Kecamatan Mangarabombang dan Ruas jalan Mappajalling Daeng Kawang Kecamatan Pattalassang.

Kondisi kerusakan pekerjaan yang. terjadi, tentunya sudah sangat menyimpan dari apa yang di harapkan oleh masyarakat Takalar sebagai penerimma manfaat, sehingga kuat dugaan proyek tersebut syarat unsur korupsinya.

Proyek yang dimaksud terdiri dari beberapa item pekerjaan yang sudah rusak, seperti pemasangan talud yang sudah banyak rubuh dan terbongkar. Selain talud yang sudah terbongkar cor beton jalan sudah banyak retak retak dan terkelupas.

Dan kondisi tersebut dikhawatirkan ketika memasuki musim hujan akan lebih parah lagi.

Menurut seorang warga setempat mengatakan bahwa sejak masih berjalan pengerjaannya sudah menyampaikan kalau cara kerja yang seperti ini tidak akan bisa bertahan lama.

"Dari awal kami sudah soroti cara pemgerjaannya, namun tak ditanggapi, dan kini kerusakan tersebut masih terbengkalai sampai sekarang, sekalipun  tak pernah di perbaiki dan dibiarkan begitu saja. Hingga sampai masa pemeliharaan enam bulan sudah lewat tidak pernah ada perhatian d dari pihak terkait". Ungkap sumber yang meminta agar namanya tak ikut dimediakan. Rabu (3/7/2019).