Relawan Gema Tasamara, Ajak Masyarakat Takalar Bekerjasama Menanggulangi Kekeringan dan Degradasi Lahan

HUT ke-81 RI Bupati dan Wakil Bupati Takalar

HUT ke-81 RI Ketua DPRD Takalar

SULSELBERITA.COM. Takalar – Hari Dunia untuk Memerangi Desertifikasi dan Kekeringan alias Hari Penanggulangan Degradasi Lahan dan Kekeringan Sedunia diperingati setiap tanggal 17 Juni sejak tahun 1995.

Hari perayaan ini diadakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan bekerja sama untuk menanggulangi kekeringan dan degredasi lahan.

Bacaan Lainnya

HUT ke-81 RI ody Riyan Saputra - Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Takalar

dr. Ruslan Ramli, M. Adm. Kes, HUT Ke-81 RI

Bansuhari Said - Camat Pattallassang Kabupaten Takalar

HUT ke-81 RI Ayatullah Rawatib - Plt. Camat Polongbangkeng Selatan

Firmansyah Habsi - Lurah Pappa Kecamatan Pattallassang - Takalar

dr. irmayani, HUT Ke-81 RI

Himbaun Pasang Bendera Merah Putih HUT ke-81 RI

Dengan adanya Hari Penanggulangan Degradasi Lahan dan Kekeringan Sedunia, diharapkan pemahaman masyarakat akan bahaya degradasi lahan akan semakin meningkat.

Sebagai sebuah bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan alam ini, maka Hari Senin 17 Juli 2019, Relawan GEMA TASAMARA dengan dukungan Pemerintah Kab.Takalar serta masyarakat dan beberapa Komunitas peduli lingkungan melaksanakan beberapa kegiatan antara lain ; penaman pohon, bersih bersih sungai dan patai, serta Sekolah Sungai dan Laut. yang diharapkan keterlibatan langsung masyarakat, sebagai upaya menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya menyelamatkan lingkungan.

Menurut informasi yang di terima dari penanggung jawab kegiatan ini Nurlinda Taco, mengatakan bahwa Kegiatan ini jùga adalah masih rangkaian kegiatan memperingati hari Lingkungan Hidup yang setiap tahunnya jatuh pada tanggal 5 Juni, akan tetapi tahun ini bertepatan dengan Hari Raya idul fitri, maka pelaksanaannya bersamaan dengan hari Penanggulangan Degradasi Lahan dan Kekeringan Sedunia.

Diharapkan hadir pada kegiatan ini, Para pejabat dan pihak terkait di kabupaten Takalar, dan para praktisi lungkungan, Sungai dan Peduli Sumber Daya Air Sulawesi Selatan.

Pos terkait