Tak Terima Tanahnya Disertifikatkan Secara Sepihak, Ahli Waris Ambil Alih SD Inpres 153 Bontonompo Takalar

416

SULSELBERITA.COM. Takalar - MUh.Tahir Mappasissing Dg Nompo, yang merupakan ahli waris dari Karesugi Dg Sunggu Bin Mangnyuluri, melakukan pengambil alihan atas sekolah SD Inpres 153 Bontonompo Canrego Pol-Sel Kab.Takalar. Senin, (29/4/2019).

Tindakan pengambil alihan atas sekolah tersebut, dipicu oleh kekecewaan sang ahli waris, karena Lahan SD Inpres 153 Bontonompo Canrego, ternyata sudah disertifikatkan oleh pihak Pemda Takalar tanpa sepengetahuannya

Kisruh yangnsudah berjalan lebih dari dua tahun tersebut, antara pihak ahli waris dan Pemda Takalar, sampai sekarang belum juga ada solusi dan jalan keluarnya, meskipun pihak Pemda Takalar setahun yang lalu telah mencabut papan bicara kepemilikan lahan milik pemda Takalar di sekolah tersebut, namun rupanya sampai sekarang belum menemui titik terang dan solusi.

Baca Juga  Utamakan Kondusifitas Wilayah, KSPKT Polsek Galut Respon Cepat Aduan Masyarakat
Advertisement

Dari hasil pantauan awak media ini dilokasi, hari ini tampak berdiri sebuah papan bicara dihalaman srkolah yang berbunyi."Tanah Milik MUh.Tahir Mappasissing Dg Nompo, Ahli waris dari Karesugi Dg Sunggu Bin MangnyuluriPersil.No 11 D 11, NOP: 73 05.030.014.004.0292 0". Senin, (29/4/2019).

"Saya lakukan ini, karena saya sangat kecewa lahan sekolah SD Inpres 153 Bontonompo Canrego Pol-Sel sudah disertifikatkan secara sepihak oleh pihak Pemda Takalar, saya sudah berkali kali meminta bukti alas hak yang dipakai pihak Pemda Takalar mensertifikatkan tanah tersebut, tapi sekarang mereka belum bisa menunjukkan kepada sayacsebagai ahli waris, sementara semua bukti dan alas hak kepemilikan atas tanah tersebut, semua ada pada saya, mulai dari rincik, ke warisan, sampai pembayaran pajak ada sama saya, bahkan beberapa hari yang lalu, saya baru saja kembali membayar pajak atas lahan tersebut". Ungkap Dg Nompo.

Baca Juga  Diduga Labrak Permen PUPR, Bank BRI Takalar Digruduk LSM Bakin

"Saya juga sudah pernah nenyurat secara resmi ke pihak BPN Takalar, untuk memperlihatkan bukti bukti apa yang dimiliki pemda Takalar sehingga pihak BPN Takalar menerbitkan Sertifikatnya, tapi rupanya pihak BPN Takalar juga tidak mau membuka, dengan alasan dilindungi undang undang, dari situ saya makin curiga, ijangan sampai ada persekongkolan jahat". Tutup Dg Nompo.

Advertisement
BAGIKAN