Lurah Bajeng Tangkap Tangan Tambang Ilegal yang Beroperasi Malam Hari di Wilayahnya

Hardiknas 2026, Bupati Takalar - sulselberita

Selamat Hardiknas -Sekwan DPRD Takalae - Sulselberita

SULSELBERITA.COM. Takalar – Kepala kelurahan Bajeng Kec.Pattallassang Kab.Takalar, Syafaruddin. S.Sos, yang rutin melakukan patroli setiap malam, melakukan operasi tangkap tangan terhadap aktifitas tambang ilegal di wilayahnya, yakni di lingkungan Bajeng. Kamis, (4/4/2019). Malam.

Syafaruddin saat berkeliling mengendarai sepeda motor, memergoki sebuah alat berat berupa ekskavator yang tengah menambang di salah satu lahan bekas tambang milik warga yang bernama Patta Nyonri.

Bacaan Lainnya

Selamat Hari Kartini - Bupati dan Wakil Bupati Takalar

Hardiknas - Kepala Dinas Pendidikan Takalar

Ketua DPRD Takalar

Selamat Hari Kartini - Camat Pattllassang

Melihat hal tersebut, Lurah Bajeng ini langsung melakukan koordinasi dengan Babinsa, Bhabinkamtibmas serta pihak Polsek Pattallassang, yang kemudian menerjunkan langsung  anggotanya sekitar 10 orang petugas.

“Awalnya saya berkeliling patroli seorang diri dengan menggunakan sepeda motor, pas di dekat perbatasan Bontorita, saya melihat ada ekskavator yang sedang manggali di bekas tambang, saya juga melihat beberapa mobil truk yang sedang terparkir menunggu muatan, saya pun langsung putar haluan dan langsung menghubungi babinsa, bhabinkamtibmas serta polsek Pattalassang” Jelas Syafaruddin. Kamis Malam, (4/4/2019).

Lanjut dijelaskan lurah bajeng ini, “Setelah itu kami langsung mendatangi lokasi, dan menghentikan secara paksa aktifitas penambangan tersebut, karena mereka tidak bisa menunjukkan isin” . jelasnya.

“Ini alat nyebrang dari tambang yang ada di wilayah Bontorita ke wilayah saya, dan menurut pemilik lahan tambang saat saya interogasi, mengatakan  bahwa dia memang yang meminta agar bekas tambangnya tersebut di perdalam lagi, tapi yang dia lakukan malah mengikis bagian pinggir, sementara di lokasi tersebut ada tangki milik PDAM, makanya saya paksa hentikan malam ini juga, dan saya minta pemilik lahan untuk datang Besok ke kantor untuk menjelaskan hal ini”. Tutup Syafaruddin.

Pos terkait