Lurah Bajeng Tangkap Tangan Tambang Ilegal yang Beroperasi Malam Hari di Wilayahnya

HUT ke-81 RI Bupati dan Wakil Bupati Takalar

HUT ke-81 RI Ketua DPRD Takalar

SULSELBERITA.COM. Takalar – Kepala kelurahan Bajeng Kec.Pattallassang Kab.Takalar, Syafaruddin. S.Sos, yang rutin melakukan patroli setiap malam, melakukan operasi tangkap tangan terhadap aktifitas tambang ilegal di wilayahnya, yakni di lingkungan Bajeng. Kamis, (4/4/2019). Malam.

Syafaruddin saat berkeliling mengendarai sepeda motor, memergoki sebuah alat berat berupa ekskavator yang tengah menambang di salah satu lahan bekas tambang milik warga yang bernama Patta Nyonri.

Bacaan Lainnya

HUT ke-81 RI ody Riyan Saputra - Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Takalar

dr. Ruslan Ramli, M. Adm. Kes, HUT Ke-81 RI

Bansuhari Said - Camat Pattallassang Kabupaten Takalar

HUT ke-81 RI Ayatullah Rawatib - Plt. Camat Polongbangkeng Selatan

Firmansyah Habsi - Lurah Pappa Kecamatan Pattallassang - Takalar

dr. irmayani, HUT Ke-81 RI

Himbaun Pasang Bendera Merah Putih HUT ke-81 RI

Melihat hal tersebut, Lurah Bajeng ini langsung melakukan koordinasi dengan Babinsa, Bhabinkamtibmas serta pihak Polsek Pattallassang, yang kemudian menerjunkan langsung  anggotanya sekitar 10 orang petugas.

“Awalnya saya berkeliling patroli seorang diri dengan menggunakan sepeda motor, pas di dekat perbatasan Bontorita, saya melihat ada ekskavator yang sedang manggali di bekas tambang, saya juga melihat beberapa mobil truk yang sedang terparkir menunggu muatan, saya pun langsung putar haluan dan langsung menghubungi babinsa, bhabinkamtibmas serta polsek Pattalassang” Jelas Syafaruddin. Kamis Malam, (4/4/2019).

Lanjut dijelaskan lurah bajeng ini, “Setelah itu kami langsung mendatangi lokasi, dan menghentikan secara paksa aktifitas penambangan tersebut, karena mereka tidak bisa menunjukkan isin” . jelasnya.

“Ini alat nyebrang dari tambang yang ada di wilayah Bontorita ke wilayah saya, dan menurut pemilik lahan tambang saat saya interogasi, mengatakan  bahwa dia memang yang meminta agar bekas tambangnya tersebut di perdalam lagi, tapi yang dia lakukan malah mengikis bagian pinggir, sementara di lokasi tersebut ada tangki milik PDAM, makanya saya paksa hentikan malam ini juga, dan saya minta pemilik lahan untuk datang Besok ke kantor untuk menjelaskan hal ini”. Tutup Syafaruddin.

Pos terkait