“Lecehkan” Kesepakatan Bersama, Warga Ancam Bakar Alat Berat Milik Penambang

HUT ke-81 RI Bupati dan Wakil Bupati Takalar

HUT ke-81 RI Ketua DPRD Takalar

SULSELBERITA.COM. Takalar – Tambang yang diduga  ilegal di Massadde Kelurahan Sombala Bella Kecamatan Pattallassang Kabupaten Takalar, kini kembali beroperasi  mengambil dan menjual pasir dengan menggunakan dua alat berat berupa ekskavator. Rabu, (27/3/2019).

Sebagaima  diketahui bersama, beberapa bulan yang lalu, tambang yang di duga ilegal ini telah ditutup secara paksa oleh pihak pemerintah kabupaten Takalar bersama warga setempat, dan membuat sebuah kesepakatan secara tertulis, namun rupanya, kesepakatan tersebut kini “dilecehkan” sendiri oleh pihak pengelola tambang.

Bacaan Lainnya

HUT ke-81 RI ody Riyan Saputra - Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Takalar

dr. Ruslan Ramli, M. Adm. Kes, HUT Ke-81 RI

Bansuhari Said - Camat Pattallassang Kabupaten Takalar

HUT ke-81 RI Ayatullah Rawatib - Plt. Camat Polongbangkeng Selatan

Firmansyah Habsi - Lurah Pappa Kecamatan Pattallassang - Takalar

dr. irmayani, HUT Ke-81 RI

Himbaun Pasang Bendera Merah Putih HUT ke-81 RI

Kordinator massa penutupan tambang ilegal tersebut, Rene kepada awak media ini, mengancam akan melakukan tindakan yang jauh lebih keras dari sebelumnya.

“Kami sudah melakukan rapat dengan semua tokoh masyarakat Sombala Bella, dan sudah menyepakati bahwa Ketika Besok Jumat, (28/03/19), Penambang ilegal masih melakukan aktifitas Penambangan, maka kami pastikan Ratusan Masyarakat Akan menggeruduk Tambang tersebut, dan akan membakar Alat Berat mereka yang beroperasi di sana”. Ujar Rene marah.

“Mereka sudah tidak bisa ditolerir lagi Pemerintah Kabupaten Takalar Bahkan Kodim dan Polres Takalar tak ada artinya dimata mereka semua kesepakatan mereka langgar dan tidak ada jalan lain kami akan melindungi tanah kelahiran kami meski Nyawa Kami Taruhannya..! Ungkap Rene.

Pos terkait