Lintas Kabupaten Curi Kotak Amal Mesjid, Warga Antang Makassar ini Tertangkap di Takalar

Selamat Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW - Bupati dan Wakil Bupati Takalar - Sulselberita

HUT ke-81 RI Bupati dan Wakil Bupati Takalar

HUT ke-81 RI Ketua DPRD Takalar

SULSELBERITA.COM. Takalar – AN (15) seorang bocah specialis pencuri kotak amal mesjid, nyaris saja tewas di hakimi massa, andai saja Tim Gabungan Polsek Mangarabombang tidak cepat datang kelokasi dimana pelaku melakukan aksinya di Mesjid Al-Restu Dusun Batunapara, Desa Panyangkalan, Kecamatan Mangarabombang untuk mengamankan pelaku. Selasa, (19/3/2019).

Diketahui bahwa pelaku yang masih di bawa umur ini, ternyata bukan warga Kecamatan Mangarabombong Kab.Takalar, melainkan seorang warga Antang -Makassar

Bacaan Lainnya

HUT ke-81 RI ody Riyan Saputra - Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Takalar

dr. Ruslan Ramli, M. Adm. Kes, HUT Ke-81 RI

Bansuhari Said - Camat Pattallassang Kabupaten Takalar

HUT ke-81 RI Ayatullah Rawatib - Plt. Camat Polongbangkeng Selatan

Firmansyah Habsi - Lurah Pappa Kecamatan Pattallassang - Takalar

dr. irmayani, HUT Ke-81 RI

Himbaun Pasang Bendera Merah Putih HUT ke-81 RI

Dari pengakuan AN, dirinya sudah melakukan aksinya sebanyak sembilan kali di delapan titik, seperti di Gowa sebanyak dua kali, di Makassar- Tanjung sebanyak dua kali dan di Antang tiga kali, dan terakhir di Kec.Mangarabombang Takalar.

Namun aksinya yang ke kesembilan kalinya, ternyata tak semulus dengan delapan kali aksi sebelumnya, karena dirinya kepergok warga saat sedang menjalankan aksinya.

Menurut keterangan warga setempat, Baharuddin Daeng Lalang mengatakan,  saat pelaku melakukan aksi, langsung dipergoki oleh warga setempat dengan kondisi kotak amal sudah terbuka dan isi kotak amal tersebut sudah dikantongi oleh pelaku.

Sebanyak ratusan ribu rupiah isi kotak amal dan beberapa barang bukti yang sudah diamankan pihak Polsek Marbo.

Dari keterangan AN mengakui bahwa dirinya melakukan aksinya dengan mengunakan pahat, oben dan linggis dengan ukuran 30 centimeter”, tambahnya

“Iya pak saya melakukan sudah kali kali dan saya melihat kalau mesjidnya sudah sunyi dan lampunya juga sudah padam. Maka itu saya pun langsung mengambil oben, pahat dan linggis, kemudian uang itu saya belanjakan berupa makanan” akunya AN.

Pos terkait