Solar Langka di SPBU, 8 Mobil Sampah Pemda Takalar Terancam Tak Bisa Beroperasi

564

SULSELBERITA.COM. Takalar - Sudah beberapa hari belakangan ini, BBM jenis solar menjadi barang langka di SPBU yang ada di Takalar, hal ini tentunya sangat di sesalkan banyak pihak, seperti nelayan dan pemilik mobil jenis truck.

Kondisi ini ternyata berimbas pula pada Dinas Lingkungna Hidup dan Kebersihan Kab.Takalar,  bagaimana tidak, 8 buah mobil truck pengangkut sampah yang dimiliki, terancam tak bisa beroperasi, karena tidak memiliki bahan bakar Solar yang dibutuhkan.

Kepala Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kab.Takalar, Ihsan Larigau, sangat menyayangkan kondisi kelangkaan ini, karena akan berdampak pada operasional 8 mobil pengangkut sampah milik Pemda Takalar.

Advertisement

"Sudah beberapa hari ini kami kesulitan mendapatkan BBM jenis solar untuk 8 mobil pengangkut sampah yang kami miliki, kalau kondisi ini terus menerus berlangsung, maka kemungkinan mobil pengangkut sampah tidak bisa beroperasi mengangkut sampah setiap harinya".Ungkap Ihsan. (Selasa, 4/12/2018).

Baca Juga  Kasat Resnarkoba Polres Takalar Sosialisasi Bahaya Narkoba Kepada Pelajar SMP Negeri 2 Takalar

Lanjut diungkapkan Kabid Kebersihan ini "Tadi kami terpaksa harus mencari solar sampai ke Kabupaten Gowa, karena semua SPBU yang ada di Takalar tak menjual solar dengan alasan stok habis, sementara di Kabupaten Gowa, kami harus membawa surat rekomendasi lagi, agar bisa di layani, karena kalau tidak ada surat itu, pihak SPBU tidak mau melayani, kami berharap pihak SPBU yang ada di Takalar bisa menyediakan stok BBM jenis Solar untuk bahan bakar 8 mobil pengangkut sampah milik Pemda Takalar, agar kami tidak berhenti beroperasi mengangkut sampah yang ada setiap harinya". TutupIhsan Larigau.

Di Konfirmasi terpisah, salah satu karyawan SPBU Kalampa, membenarkan kondisi kekurangan BBM jenis solar tersebut, "Iya pak memang benar, Solar sekarang sudah habis, kalau ada yang masuk, tidak sampai 2 jam sudah habis, karena pasokan kami di kurangi sejak bulan oktober lalu, biasanya kami disuplay sebanyak 16 tonperhari, sekarang tinggal 8 ton saja pak".jelas sumber yang meminta agar namanya tidak ikut di media kan. (Selasa, 4/12/2018).

Baca Juga  Inilah Kasus Korupsi Yang Menjerat Dr Tajri, Hingga Di Tangkap Aspidsus Kejati Kepri
Advertisement
BAGIKAN