Innalillah…Akibat Tersambar Petir, Sarjana Lulusan Unismuh ini Meregang Nyawa di Tengah Sawah

5567

SULSELBERITA.COM. Gowa - Gelegar suara dan sambaran petir sore hari di Dusun Tuwuni, Desa Gentungan Kecamatan Bajeng Barat, Kabupaten Gowa, ternyata menelan Korban Jiwa. Jumat, (30/11/2018).

Hujan dan petir di sore hari tersebut, membawa duka yang mendalam bagi keluarga Rusdy Syafar.S.Pd. Pemuda yang baru berusia 25 tahun tersebut, harus meregan nyawa setelah tubuhnya tersambar petir saat hendak mengambil pompa air di sawah milik ayahnya.

Advertisement

Syafaruddin ayah korban yang berprofesi sebagai petani, mengungkapkan kronologis kejadian yang menimpa anaknya tersebut, "Sekitar pukul 17:00 Wita, anak saya Pamit hendak mengambil mesin pompa air yang di gunakan untuk mengairi sawah kami di Dusun Bontomate'ne, namun setelah saya menunggu satu jam, almarhum belum pulang juga,  saya pun jadi khawatir, lantas menyusulnya ke sawah".Jelas Syafaruddin.

Baca Juga  Bhabinkamtibmas Desa Banyuanyara Himbau Warga Pakai Masker Guna Cegah Covid-19

Lanjut di jelaskan lagi oleh ayah korban, "Namun setelah saya  sampai di sana anakku sudah tergeletak di sawah dekat mesin pompa air, karna kukira masih bisaji di tolong, makanya cepat-cepat ku bawa ke Puskesmas Gentungan, tapi setelah di periksa,  pihak Puskesmas bilang meninggalmi" Ungkapnya sedih.

Sementara itu, salah seorang perawat puskesmas gentungan yang di temui oleh awak media ini, mengatakan, " Dari hasil pemeriksaan ditemukan luka terbakar pada bagian leher, dada dan perut korban". Ujarnya.

Saat ini mayat korban telah di pulangkan ke rumah duka di Dusun Tuwini,Desa Gentungan, dan rencananya akan segera di kebumikan esok hari.

Kontributor: Ilham

Advertisement
BAGIKAN