Dollar Terus Meroket, KAMRI Kecam Rezim Jokowi – JK

436

SULSELBEEITA.COM. Makassar - Menyikapi terus meroketnya Kurs Dollar terhadap mata uang rupiah, puluhan mahasiswa Unismuh yang tergabung dalam KAMRI (Komite Aktivis Mahasiswa Rakyat Indonesia), meluapkan kekecewaannya terhadap kinerja rezim yang berkuasa saat ini, dengan melakukan aksi  unjuk rasa di jl. Sultan Alaudin tepatnya di depan kampus Unismuh Makassar. Kamis, 6/9/2018).

Para pengunjuk rasa tersebut, mengaku sangat kecewa dengan pemerintahan Jokowi -JK yang dinilainya tidak mampu membuat kebijakan yang bisa di terima pasar, akibatnya rupiah semakin terpuruk di kisaran 15.000 pee 1 dolar nya.

“Kami sangat kecewa dengan rezim ini, dimanakah kesejahteraan bisa di dapatkan oleh setiap rakyat jika sekedar untuk memenuhi kebutuhan hidupnya mulai dari sandang, papan dan pangan tak mampu mereka peroleh secara layak. Harga bahan bahan pokok di pasaran semakin hari semakin mencekik perut si miskin. Ini tak lain adalah dampak yang di timbulkan dari terus merosotnya kurs rupiah“, ujar Andi Darussalam (Beccu) dalam orasinya.

Baca Juga  DPRD Takalar Setujui Ranperda Pertanggung Jawaban Pelaksanaan APBD Kab.Takalar TA.2018

Seperti yang di ketahui bahwa sejak 5 September 2018, rupiah di pasar spot melemah 0,02 % ke level 14.938 per dollar AS. Bahkan menurut pantauan nilai kurs KONTAN terhadap 10 bank besar, nilai jual dollar AS terhadap rupiah telah menyentuh angka 15.000 sejak jum’at, 31 Agustus kemarin.

“Anjloknya kurs rupiah terhadap dollar AS jelas akan berdampak pula pada kenaikan suku bunga utang luar negeri bangsa ini. Dengan semakin melemahnya nilai tukar rupiah juga akan mengakar pada kenaikan harga BBM, baik subsidi maupun non subsidi“, tegas Ibrahim (Baim) selaku koordinator mimbar.

Pengunjuk rasa juga melakukan aksi bakar ban dan menahan satu mobil kontener sebagai panggung orasi. Akibat aksi ini, jalanan di sekitar lokasi aksi mengalami kemacetan.

Baca Juga  Meski Sudah Larut Malam, Polsek Bangkala Selesaikan Perselisihan Warga Lambupeo dengan Problem Solving

“Ini adalah aksi prakondisi, kami akan kembali turun kejalan pada sabtu (8/9) mendatang dengan peserta aksi yang lebih banyak lagi. Kami akan melakukan konsolidasi besar besaran terkait masalah ini“. Tegas Beccu selaku jenderal lapangan

Advertisement
BAGIKAN