Mega Proyek Bendungan Pammukkulu Belum Bebaskan Lahan, Warga Mulai Bereaksi

Hardiknas 2026, Bupati Takalar - sulselberita

Selamat Hardiknas -Sekwan DPRD Takalae - Sulselberita

SULSELBERITA.COM. Takalar – Pembangunan Bendungan Pammukulu yang merupakan salah satu mega proyek  di Desa Kale Ko’mara, Kecamatan Polut, Kabupaten Takalar, kini mulai menuai protes dan kecaman dari warga pemilik lahan, yang sampai saat ini belum juga di bebaskan oleh pihak rekanan.

Aksi protes warga dari tiga Dusun yang akan ditenggelamkan tersebut, dengan cara mendatangi kantor DPRD Takalar, untuk mengadukan nasibnya. Pasalnya pembangunan mega proyek yang menelan anggaran APBN senilai 1, 2 triliun tersebut mulai berjalan tanpa melakukan pembebasan lahan milik warga yang akan ditenggelamkan.

Bacaan Lainnya

Selamat Hari Kartini - Bupati dan Wakil Bupati Takalar

Hardiknas - Kepala Dinas Pendidikan Takalar

Ketua DPRD Takalar

Selamat Hari Kartini - Camat Pattllassang

“Warga dari tiga Dusun di Desa Kale Komara mengadu keDPRD Takalar sekaitan pembangunan bendungan Pammukulu yang mereka (warga) mengetahui sudah ada kegiatan, tetapi lahan atau lokasi bendungan yang akan ditenggelamkan belum dibebaskan,”‘ Ujar H. Basri Timung anggota Komisi I DPRD Takalar, Selasa Sore, (3/4/2018).

Hal yang sama juga dikatakan oleh ketua Komisi 2 DPRD Takalar Sulaiman Rate. Dirinya menjelaskan bahwa kedatangan warga Desa Kale Ko’ mara tersebut, adalah untuk menyampaikan aspirasi terkait pembangunan bendungan Pammukulu yang telah berlangsung.

“Warga melihat adanya kegiatan pelaksana proyek di lapangan. Sementara mereka belum dibayarkan pembebasan lahan,” ujar legislator Partai PKS tersebut.

Sulaiman yang juga mantan Wakil Ketua DPRD Takalar menegaskan, DPRD tidak ingin membiarkan persoalan ini berlarut sehingga berdampak pada hal hal yang negatif.

“Kami akan panggil Badan Pertanahan Nasional (BPN) sekaitan pembebasan lahan, karena data yang kami tahu baru ada 62 sertifikat yang siap bayar, sementara ada 151 pemilik yang masih belum jelas, masalah ini harus segera diselesaikan,” Tutup Sulaiman Rate.

Pos terkait