Warga Yang Tak Mampu Di Desa Pa’laklakkang Ini, Tuding Pemerintah Setempat Diskriminatif

340

SULSELBERITA.COM. Takalar - Program bantuan pemerintah kepada warga miskin di Indonesia, saat itu semakin banyak digelontorkan, tentunya dengan tujuan untuk mengentaskan kemiskinan dan memperkecil kesenjangan.

Namun rupanya program pemerintah tersebut, serasa tidak adil dan tebang pilih, karena ternyata, masih banyak warga yang tak mampu, justru tak tersentuh bantuan pemerintah tersebut, hal ini diungkapkan oleh seorang warga Desa Pa'laklakkang Kec.Galesong Kab.Takalar yang berinisial RK.

RK mengungkapkan keresahan dan keluhannya kepada awak media, RK mengaku kalau pemerintah di Desanya diskriminasi tefhadapnya dan tidak pernah memperdulikannya, karena dirinya tidak pernah tersentuh dalam hal mendapatkan bantuan BERAS MISKIN (RASKIN/RASTRA), KIS, KIP, dari Pemerintah Setempat.

Advertisement

"Saya selama ini tidak pernah tersentuh bantuan pemerintah, padahal keluarga kami adalah keluarga yang serba berkekurangan, kami tidak diberi bantuan Rastra, KIS dan KIP dari pemerintah setempat, Pemerintah Desa Diskriminasi kepada kami". Ungkap RK sedih. (Rabu, 21/3/2018).

Baca Juga  Korkom HMI Tamalate: Keranda Mayat Sebagai "Kado" Terindah Untuk PJ Walikota Makassar

Dengan adanya keluhan RK yang merupakan warga tidak mampu di Desa Pa'laklakkang tersebut, tentunya menimnulkan pertanyaan, Siapakah Bertanggung Jawab Hal Ini?
Siapakah yang melakukan Pendataan RASTRA? Kenapa RK terlupakan?

Olehnya itu, Warga ini dengan penuh harap agar dapat di Fasilitasi kepihak yang berkompoten untuk dilakukan pendataan ulang yang baik dan tepat sasaran, dan tidak membeda-bedakan serta benar-benar layak dan pantas mendapatkan RASTRA, demi terwujudnya dan tercapainya Hak Masyarakat Miskin/Tidak mampu.

Dari hasil penelusuran awak media, kami menemukan fakta yang mengejutkan, Warga yang berinisial RK beralamat Di Desa Palalakkang, tepatnya di Dusun Macini Ayo, rumahnya hanya berjarak Lima meter dari bibir pantai, dengan kondisi rumah yang sungguh memprihatinkan, namun ternyata luput dari perhatian pemerintah setempat.

Baca Juga  Sudah Rusak, Anggaran Jalan Cor di Desa Patani di Pertanyakan Warga
Advertisement
BAGIKAN