Lahir Dengan Kepala Membesar, Bayi Ini Butuh Perhatian Serius Pemkab Takalar

871

SULSELBERITA.COM Takalar - Seorang bayi laki laki asal kepulauan Tanakeke, Kec.Mappakasunggu Kab.Takalar, kini harus menjalani perawatan serius di rumah sakit, kondisinya yang semakin memburuk, membuat pihak RSUD Padjonga Dg Ngalle Kab.Takalar merujuknya ke RSUD Wahidin Sudiro Husodo Makassar.

Anak dari pasangan keluarga miskin Dg Rate dan Dg Mawara, sejak lahir beberapa hari yang lalu, sudah mengalami kelainan dikepanya, yakni terjadi pembengkakan/pembesaran di kepalanya, menurut keterangan salah seorang kerabat korban, anak tersebut dilahirkan di Pustu Desa Tompotana Pulau Tanakeke sudah dalam keadaan seperti itu. "Saat lahir empat hari yang lalu di Pustu, kepalanya sudah bengkak seperti itu pak" tuturnya (jumat, 26/1/2018).

Bayi laki laki yang belum sempat di beri nama tersebut, lahir pada hari Rabu sekitar pukul 22.00 Wita, dipustu Desa Tompotana pulau Tanakeke kecamatan Mappakasunggu Kab Takalar, langsung  dirujuk kerumah sakit H. Padjoga Dg ngalle keesokan harinya, dan tiba dirumah sakit pukul 15.25 Wita, namun karena tak bisa ditangani, kemudian dirujuk kerumah sakit Wahidin Sudirohusodo Makassar pada pukul 19.30 Malam sampai diMakssar sekitar pukul 22.00 Wita.

Baca Juga  Binmas Kelurahan Sabintang dan Maradekaya, Sambil Melayat Sekaligus Menghimbau Warga untuk Pencegahan Virus Covid-19
Advertisement

Bayi laki laki yang baru berumur 4 hari tersebut, rencananya akan dilakukan operasi di rumah sakit Wahidin Sudirohusodo Makassar. Sebagai keluarga yang tidak mampu, dengan bekerja sebagai nelayan, Dg Rate yang beralamat di Dusun Bangkotinggia Desa Balangdatu kec. Mappakasunggu Kepulauan Tanakeke tersebut, berharap besar bantuan dari pihak Pemkab Takalar dan Pemprov Sulsel.

"Kami sangat berharap, Pemerintah Takalar dan Provinsi bisa membantu biaya pengobatan putra kami selama menjalani perawatan di rumah sakit, saya hanya nelayan kecil dengan empat orang anak, untuk makan sehari hari saja susah pak, Kami mohon agar pemerintah bisa membantu kami rakyat miskin" harap Dg Rate sedih. (Sabtu, 27/1/2018).

Advertisement
BAGIKAN