Polres Takalar Di Minta Segera Tangkap Pelaku Pembacokan Mahasiswa UIN

1832

SULSELBERITA.COM Takalar - Nasib Naas menimpa seorang mahasiswa UIN Fakultas Usuluddin Makassar, Adirian harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit, setelah dirinya menjadi korban pembacokan orang yang tak di kenal (OTK) Sabtu malam  (16/9/2017) di Kelurahan Malewang Kec.Polut Kab.Takalar.Akibat peristiwa tersebut, Adrian menderita luka serius di bagian kepalanya, dan harus mendapat jahitan.

Peristiwa pembacokan tersebut menurut korban, bermula saat dirinya saat hendak pulang dari kegiatan musyawarah komisariat UIN  Hipermata, di sekitar kelurahan Malewang korban mengaku di hadang di sekitar patung kuda oleh oknum yg tak dikenal yang diperkirakan berjumlah kurang lebih 20 orang dengan menggunakan sepeda motor.

"Saya tidak tahu tiba tiba saja saya di hadang di dekat patung kuda oleh sekelompok orang yang menggunakan sepeda motor, jumlahnya kurang lebih 20 orang, tanpa banyak bicara salah seorang pelaku langsung membacok kepala saya" Jelas korban (Minggu, 17/9/2017).

Baca Juga  Sebut Tulisan Semua Wartawan Bohong, Kades Bontomanai Segera Berurusan Pihak Kepolisian

Atas peristiwa tersebut, korban langsung dilarikan  ke Puskesmas Polut oleh warga Setempat yang melihat setelah kejadian tersebut, Kejadian serupa pada saat yang bersamaan di alami juga oleh salah seorang  mahasiswi yang juga rekan korban. Korban lainnya yang bernama Puttri juga mengalami penghadangan oleh sekelompok orang di jembatan Tala',  tetapi pelaku hanya mengambil motor korban lalu mebuangnya ke sawah.

Kejadian ini sangat di sesalkan oleh ketua umum terpilih komisariat UIN Hipermata saat di temui di kantor Polres Takalar. Tahqifal Mursalim selaku ketua terpilih sangat menyanyangkan insiden tersebut yang di duga keras para pelaku berasal dari kubuh yang kalah pada saat pemilihan Ketua Komisariat UIN  di gedung juang Lapris. "kami sangat sangat menyayangkan kejadian ini, dan kami berharap  pelaku sesegera mungkin untuk di tangkap dan di adili, untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya" Harap Salim panggilan akrabnya.

Baca Juga  Tambang yang di Duga Ilegal Bermodus Percetakan Sawah di Desa Lassang, Berpotensi Ancam Keselamatan Jiwa Anak Sekolah
BAGIKAN