Atasi Rendah Kesuburan Ternak, Tim FK UNHAS Gelar Pelayanan Kesehatan di Tambangan

HUT ke-81 RI Bupati dan Wakil Bupati Takalar

HUT ke-81 RI Ketua DPRD Takalar

SULSELBERITA.COM. BULUKUMBA – Tim dosen dari Program Studi Kedokteran Hewan, Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (FK UNHAS), melaksanakan pengabdian masyarakat di Desa Tambangan, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba. Kegiatan ini berupa pelayanan kesehatan sekaligus penyuluhan reproduksi ternak bagi Kelompok Ternak Mali-Mali untuk mengatasi rendahnya performa reproduksi dan kasus keguguran sapi rakyat.

Program bertajuk “Restorasi Fertilitas dan Investigasi Patologis Keguguran Prenatal Sapi Rakyat melalui Pendekatan Pro Lentera” ini dilaksanakan dalam skema Kemitraan-Masyarakat (PPMU-PK-M) Tahun 2026. Tim telah mendata peternak dan populasi ternak pada 17 Juli, lalu memberikan pelayanan langsung pada 7–9 Agustus 2026. Sebanyak 58 ekor sapi diperiksa, diberi obat cacing, vitamin, serta dipantau status kebuntingannya lewat pemeriksaan USG.

Bacaan Lainnya

HUT ke-81 RI ody Riyan Saputra - Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Takalar

dr. Ruslan Ramli, M. Adm. Kes, HUT Ke-81 RI

Bansuhari Said - Camat Pattallassang Kabupaten Takalar

HUT ke-81 RI Ayatullah Rawatib - Plt. Camat Polongbangkeng Selatan

Firmansyah Habsi - Lurah Pappa Kecamatan Pattallassang - Takalar

dr. irmayani, HUT Ke-81 RI

Himbaun Pasang Bendera Merah Putih HUT ke-81 RI

Selain penanganan medis, tim juga memberikan penyuluhan tentang manajemen dan kesehatan reproduksi ternak yang disampaikan oleh Drh. Kadek Dian Krisna Putri K., M.Sc serta Drh. Muhammad Muflih Nur, M.Si.

Ketua Tim Pengabdian, Dr. drh. Fika Yuliza Purba, M.Sc., menjelaskan kegiatan ini bertujuan mendeteksi dini gangguan reproduksi—seperti kawin berulang dan keguguran—yang diduga berkaitan dengan penyakit menular. Melalui pendekatan Pro Lentera, UNHAS ingin membangun pola layanan kesehatan ternak yang berkelanjutan dan berbasis diagnosis.

“Kami harap peternak semakin paham cara mencegah gangguan reproduksi dan kesejahteraan mereka meningkat. Data dari 58 ekor sapi ini akan menjadi dasar investigasi lanjutan serta pendampingan hingga akhir tahun 2026,” ujarnya.

Program ini didukung PT. Dahliah Duta Utama dalam penyediaan suplemen mineral. Ke depannya, tim akan menerapkan sistem pencatatan reproduksi sederhana dan melakukan pemantauan berkala. Kegiatan ini merupakan wujud nyata kontribusi UNHAS memajukan sektor peternakan rakyat di Sulawesi Selatan.

Pos terkait