Unhas Dorong Transformasi Pengelolaan Shelter melalui Penerapan Shelter Medicine

 

SULSELBERITA.COM. MAROS, SULAWESI SELATAN — Tim Pengabdian Masyarakat Kedokteran Hewan Universitas Hasanuddin (Unhas) mendorong peningkatan standar kesehatan dan kesejahteraan hewan
melalui penerapan prinsip shelter medicine di Sahabat Satwa Makassar, Kabupaten Maros,
Sulawesi Selatan.

Bacaan Lainnya

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan pelayanan kesehatan hewan yang dilaksanakan pada Selasa, 12 Agustus 2026. Kegiatan menjadi bagian dari program “Implementasi Prinsip Dasar Shelter Medicine untuk Meningkatkan Standar Kesejahteraan Hewan di Sahabat Satwa Makassar Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.”

Dalam kegiatan tersebut, tim melakukan pemeriksaan kesehatan hewan, pemberian obat cacing, dan vaksinasi. Pelayanan ini merupakan salah satu bentuk intervensi untuk membangun manajemen kesehatan hewan yang lebih terarah serta berbasis prinsip medis veteriner.

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Prof. Dr. Drh. Dwi Kusuma Sari, APVet., mengatakan
kegiatan yang dilaksanakan merupakan tahap kedua sekaligus kelanjutan dari program
sebelumnya. Program tersebut merupakan bagian dari pendanaan BIMA Kementerian
Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) dalam skema pengabdian kepada masyarakat berskala nasional.

Menurut Dwi, penerapan shelter medicine memiliki cakupan yang lebih luas daripada sekadar memberikan pengobatan kepada hewan yang sakit. Pendekatan tersebut menekankan pencegahan penyakit, pengelolaan kesehatan populasi, pengendalian kepadatan, serta penerapan sistem manajemen kesehatan yang dapat dilakukan secara berkelanjutan.

Program pengabdian ini secara khusus diarahkan untuk membantu mengubah pola pengelolaan shelter dari pendekatan konvensional menjadi manajemen berbasis medis veteriner yang lebih
profesional.

Untuk mencapai tujuan tersebut, intervensi dilakukan melalui beberapa tahapan. Tim
memberikan edukasi dan menyusun standar operasional prosedur (SOP) terkait karantina dan desinfeksi, melaksanakan pemeriksaan kesehatan secara massal dan vaksinasi, serta
mendorong penataan manajemen populasi guna mengurangi kepadatan hewan di shelter.

Penerapan manajemen tersebut menjadi penting karena shelter memiliki tantangan kesehatan yang berbeda dibandingkan pemeliharaan hewan secara individual. Populasi hewan yang berada dalam satu lingkungan dapat meningkatkan risiko penularan penyakit apabila tidak disertai
penerapan karantina, sanitasi, vaksinasi, dan pemantauan kesehatan yang baik.

Dari sisi mitra, kegiatan tersebut mendapat respons positif dari Pembina Yayasan Sahabat Satwa Makassar, Vivi Tandiharjo. Ia menilai pelayanan kesehatan yang diberikan memberikan manfaat langsung bagi hewan yang berada di shelter.

“Kegiatan ini sangat memberi dampak bagi hewan-hewan yang ada di shelter, dan semoga bisa memberi dampak yang positif untuk kesejahteraan hewan di Kota Makassar,” kata Vivi.

Selain memberikan pelayanan kesehatan secara langsung, program tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas pengelola shelter. Pengetahuan dan keterampilan pengelola menjadi salah satu faktor penting dalam memastikan penerapan sistem kesehatan hewan dapat
terus berjalan setelah kegiatan pengabdian selesai.

Karena itu, rangkaian program akan dilanjutkan dengan pelatihan sumber daya manusia (SDM) shelter. Pelatihan tersebut diharapkan dapat memperkuat kemampuan pengelola dalam
menerapkan manajemen kesehatan, sanitasi, karantina, serta prinsip kesejahteraan hewan
secara konsisten.

Melalui penerapan shelter medicine, tim pengabdian masyarakat Kedokteran Hewan Unhas tidak hanya berupaya menangani masalah kesehatan yang telah muncul, tetapi juga membangun sistem pencegahan dan pengelolaan kesehatan populasi secara berkelanjutan.

Kolaborasi antara perguruan tinggi dan pengelola shelter ini diharapkan dapat menjadi langkah nyata menuju pengelolaan shelter yang lebih profesional, sekaligus meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan hewan yang berada di dalamnya.

Pos terkait