SULSELBERITA.COM.TAKALAR,– Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) Bersubsidi Jenis Solar di SPBU Kabupaten di duga di Akibatkan oleh pelansir BBM Alat berat Ekskavator Tambang Galian C di 24 titik yang tersebar di 4 Kecamatan di Kabupaten Takalar Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).
Bayangkan kalau 200 liter per satu titik tambang perhari di kalikan dengan 24 titik perhari 4800 liter per hari yang seharusnya ini BBM Tersebut di nikmati oleh nelayan dan petani kini hanya menjadi fasilitas untuk tambang galian C di Kabupaten Takalar
Hal ini menjadi satu persoalan yang wajib di sikapi oleh penggiat Lembanga Swadaya Masyarakat (LSM) Lembaga Investigasi Negara (LIN) di kabupaten Takalar untuk segara menyampaikan keluhan masyarakat ke Penegak hukum terutama Propam Polda Sulsel yang di sanyalir adanya oknum polisi aktif yang bermain didalamnya
Sekertaris LSM LIN Kabupaten Takalar , Alamsyah Rustam, S.H menegaskan bahwa,” terjadinya antrian panjang di SPBU kabupaten Takalar yang di sanyalir di akibatkan oleh pelansir ke Tambang Galian C di 24 Titik di kabupaten Takalar
“Sikap tegas di harapkan dari penegak Hukum Terutama Polda Sulsel agar memberikan penegakan hukum bagi Masyarakat untuk mendapat keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, Ungkap Alamsyah
Sebelumnya di beritakan bahwa,” Banyaknya Tambang Galian C ilegal yang mengakibatkan kelangkaan BBM Bersubsidi jenis solar sangat memprihatikan dan sangat menyita perhatian publik




