SULSELBERITA.COM. TAKALAR – Guna menekan angka komplikasi dan meningkatkan keselamatan ibu serta bayi, Tim Pelayanan Obstetri Neonatal Esensial Komprehensif (PONEK) Rumah Sakit Maryam Citra Medika Takalar melaksanakan pembinaan penanganan Preeklamsia dan Ketuban Pecah Dini (KPD) bagi tenaga kesehatan di Puskesmas Pattallassang, Rabu (5/8/2026). Kegiatan ini diikuti oleh 30 orang bidan dari Puskesmas dan Puskesmas Pembantu wilayah setempat.
Kepala Puskesmas Pattallassang, Hj. Indriani Safitri, AM,SKM.,M.Tr.,Adm.Kes., dalam sambutannya menekankan bahwa kedua kondisi kehamilan ini memerlukan deteksi dini serta penanganan cepat dan tepat. Kolaborasi erat antara pelayanan tingkat pertama dan rumah sakit rujukan menjadi kunci utama keberhasilan pelayanan.
“Kegiatan ini momen berharga untuk menyamakan pemahaman dan meningkatkan kemampuan kita. Saya berharap ilmu yang didapat diterapkan sungguh-sungguh dalam pelayanan sehari-hari demi menurunkan risiko bahaya bagi ibu dan janin,” ujarnya.
Sebagai narasumber, dokter spesialis kebidanan dan penyakit kandungan RS Maryam Citra Medika, dr. Rosita Alifa Pranabakti, Sp.OG, memaparkan secara rinci faktor risiko, tanda bahaya, serta bahaya komplikasi yang dapat timbul. Ia mengingatkan: pada kasus KPD, jika cairan ketuban keluar terus-menerus meski belum ada rasa sakit, ibu harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan tanpa menunggu kontraksi. Begitu pula preeklamsia berupa tekanan darah tinggi yang muncul setelah usia kehamilan 20 minggu; keluhan pusing hebat, pandangan kabur, nyeri ulu hati, dan pembengkakan harus segera diperiksa untuk mencegah risiko kematian.
Sementara itu, Kadrianzah, S.Kep.,Ns selaku Manajer Pengembangan Bisnis RS Maryam Citra Medika sekaligus pelaksana kegiatan, menyatakan komitmen rumah sakit untuk terus mempermudah jalur rujukan pasien dari wilayah Pattallassang. Program pemeriksaan USG gratis bagi ibu hamil akan dilanjutkan, dan kerja sama perjanjian kerjasama pelayanan PONEK akan segera diperkuat demi pelayanan yang lebih terpadu dan responsif.




