Sekolah Rakyat Takalar: Proyek Terlambat Selesai, Adendum Belum Dapat Konfirmasi Resmi

Sekolah Rakyat Takalar: Proyek Terlambat Selesai, Adendum Belum Dapat Konfirmasi Resmi

Selamat Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW - Bupati dan Wakil Bupati Takalar - Sulselberita

HUT ke-81 RI Bupati dan Wakil Bupati Takalar

HUT ke-81 RI Ketua DPRD Takalar

SULSELBERITA.COM. TAKALAR – Pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Parangluara, Kecamatan Polongbangkeng Utara, kembali menjadi sorotan. Meski masa pelaksanaan pada papan proyek telah berakhir, pekerjaan fisik masih berlangsung saat tim media dan kontrol sosial memantau lokasi, Sabtu (1/8/2026). Proyek ini sebelumnya juga menyita perhatian publik menyusul insiden yang merenggut nyawa dua bocah di Lingkungan Lakosi.

Berdasarkan papan informasi, proyek senilai sekitar Rp229 miliar bersumber APBN, dikerjakan PT Nindya Karya, dengan masa pelaksanaan 17 November 2025–15 Juli 2026. Namun di lapangan, pekerjaan masih berlanjut.

Bacaan Lainnya

HUT ke-81 RI ody Riyan Saputra - Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Takalar

dr. Ruslan Ramli, M. Adm. Kes, HUT Ke-81 RI

Bansuhari Said - Camat Pattallassang Kabupaten Takalar

HUT ke-81 RI Ayatullah Rawatib - Plt. Camat Polongbangkeng Selatan

Firmansyah Habsi - Lurah Pappa Kecamatan Pattallassang - Takalar

dr. irmayani, HUT Ke-81 RI

Himbaun Pasang Bendera Merah Putih HUT ke-81 RI

Petugas HSE PT Nindya Karya, Fiki, menjelaskan adanya perpanjangan waktu melalui adendum dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Marthenus, dengan batas baru hingga 19 Agustus 2026. Keterlambatan disebabkan kendala pada tahap awal sehingga pekerjaan baru berjalan efektif sekitar Desember 2025. Fiki juga menyebutkan siswa sudah mulai melakukan kegiatan belajar di kawasan tersebut.

Meski demikian, Fiki menegaskan tidak berwenang merilis data progres maupun dokumen administrasi tanpa izin dari PPK. Hingga berita diterbitkan, PPK belum memberikan keterangan resmi terkait dasar hukum, alasan perpanjangan, maupun status administrasi kontrak, sehingga media masih menunggu konfirmasi berimbang.

Sebelumnya, insiden di Lingkungan Lakosi memicu sorotan terhadap pengamanan dan penerapan keselamatan kerja di lokasi. Masyarakat mendesak evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang dan pembangunan tetap mengutamakan keselamatan warga sekitar.

Pos terkait