Panen 14 Kilogram Sawi, Lapas Takalar Tunjukkan Hasil Program Pembinaan

Panen 14 Kilogram Sawi, Lapas Takalar Tunjukkan Hasil Program Pembinaan

HUT ke-81 RI Bupati dan Wakil Bupati Takalar

HUT ke-81 RI Ketua DPRD Takalar

SULSELBEEITA.COM. Takalar- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Takalar kembali menorehkan hasil positif melalui program pembinaan kemandirian. Sebanyak 14 kilogram sawi berhasil dipanen dari lahan pertanian yang dikelola bersama warga binaan. Panen yang berlangsung pada Rabu (15/7) ini dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Takalar, Andi Gunawan.

Keberhasilan panen tersebut menjadi bukti nyata bahwa program pembinaan kemandirian di Lapas Takalar berjalan secara optimal. Melalui pendampingan yang berkelanjutan, warga binaan tidak hanya mengisi masa pidana dengan kegiatan yang produktif, tetapi juga memperoleh keterampilan di bidang pertanian yang dapat menjadi bekal saat kembali ke tengah masyarakat.

Bacaan Lainnya

HUT ke-81 RI ody Riyan Saputra - Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Takalar

dr. Ruslan Ramli, M. Adm. Kes, HUT Ke-81 RI

Bansuhari Said - Camat Pattallassang Kabupaten Takalar

HUT ke-81 RI Ayatullah Rawatib - Plt. Camat Polongbangkeng Selatan

Firmansyah Habsi - Lurah Pappa Kecamatan Pattallassang - Takalar

dr. irmayani, HUT Ke-81 RI

Himbaun Pasang Bendera Merah Putih HUT ke-81 RI

Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen Lapas Takalar dalam mendukung 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya pada program kemandirian pangan, melalui optimalisasi lahan dan pemberdayaan warga binaan.

Kepala Subseksi Bimbingan Kerja, Rizal, menjelaskan bahwa keberhasilan panen tersebut tidak terlepas dari pendampingan intensif yang dilakukan petugas kepada warga binaan sejak awal proses budidaya.

“Petugas secara aktif mendampingi warga binaan mulai dari tahap pengolahan lahan, penyemaian, penanaman, perawatan tanaman, hingga proses panen. Pendampingan ini bertujuan agar warga binaan memahami setiap tahapan budidaya secara benar, sehingga mampu menghasilkan panen yang berkualitas sekaligus memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah bebas nanti,” jelas Rizal.

Sementara itu, Kepala Lapas Takalar, Andi Gunawan, mengatakan bahwa hasil panen ini merupakan buah dari proses pembinaan yang dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan.

“Panen ini bukan hanya menghasilkan komoditas pangan, tetapi juga mencerminkan keberhasilan proses pembinaan yang kami laksanakan. Kami ingin warga binaan memiliki keterampilan, etos kerja, dan pengalaman yang bermanfaat sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat. Ini juga merupakan bentuk nyata dukungan Lapas Takalar terhadap Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan di bidang kemandirian pangan,” kata Andi Gunawan.

Pos terkait