Enam Kali Sepekan, Warga Binaan Lapas Takalar Ikuti Program Pemberantasan Buta Aksara Al-Qur’an

Hari Lahir Pancasila - Bupati Takalar

Idul Adha - Bupati Takalar

SULSELBERITA.COM. Takalar – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Takalar terus optimalkan program pembinaan kepribadian bagi Warga Binaan, salah satunya melalui program pemberantasan buta aksara Al-Qur’an yang dilaksanakan secara rutin enam kali dalam sepekan di Masjid At-Taubah Lapas Takalar, Kamis (18/6).

Program pembinaan tersebut terlaksana melalui kerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Takalar. Warga Binaan mendapat bimbingan langsung dari para penyuluh agama yang tidak hanya mengajarkan kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga menanamkan nilai-nilai keislaman dan pembentukan akhlak.

Bacaan Lainnya

Idul Adha - Camat Pattallassang

Salah seorang penyuluh agama, Baharuddin, menjelaskan bahwa kegiatan pembinaan dirancang untuk membentuk karakter Warga Binaan agar menjadi pribadi yang lebih baik.

“Di sela-sela pembelajaran membaca Al-Qur’an, kami juga memberikan pembinaan akhlak agar peserta tidak hanya memahami bacaan Al-Qur’an, tetapi juga mampu mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Baharuddin.

Menurutnya, pembinaan keagamaan memiliki peran penting dalam membangun kesadaran diri, memperkuat spiritualitas, serta menumbuhkan motivasi untuk memperbaiki perilaku selama menjalani masa pidana.

Kepala Lapas Takalar, Andi Gunawan, menegaskan bahwa pembinaan kepribadian merupakan salah satu fokus utama dalam penyelenggaraan Pemasyarakatan. Ia menilai pembinaan rohani menjadi sarana efektif untuk menumbuhkan kesadaran dan mendorong perubahan perilaku yang positif.

“Pembinaan kepribadian kami arahkan untuk membangun kesadaran dan perubahan perilaku Warga Binaan sehingga mereka dapat menjalani kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke masyarakat. Salah satu hasil positif yang terlihat adalah meningkatnya kemampuan Warga Binaan dalam membaca Al-Qur’an,” kata Andi.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Agama Kabupaten Takalar dan seluruh pihak yang selama ini mendukung pelaksanaan program pembinaan di Lapas Takalar.

“Kami mengucapkan terima kasih atas sinergi yang terjalin. Kontribusi mereka sangat besar dalam menyukseskan pembinaan di Lapas Takalar,” tambahnya.

Salah seorang Warga Binaan, FD, mengaku bersyukur dapat mengikuti program tersebut. Menurutnya, kegiatan pembinaan menjadi kesempatan untuk lebih dekat dengan Al-Qur’an dan memperbaiki diri selama menjalani masa pembinaan.

“Inilah hikmah saya berada di sini. Di luar kami jarang menyentuh Al-Qur’an, tetapi di sini kami bisa lebih dekat dan belajar memahaminya dengan lebih baik,” ungkapnya.

Pos terkait