KEPSEK DAN GURU JARANG DATANG, PULUHAN SISWA SMP SATAP LANTANG PEO TERLUNTA-LUNTA, PROSES BELAJAR MENGAJAR LUMPUH

HUT ke-81 RI Bupati dan Wakil Bupati Takalar

HUT ke-81 RI Ketua DPRD Takalar

SULSELBERITA.COM, TAKALAR – Sabtu, 14 Februari 2026. Proses belajar mengajar di SMP SATAP Lantang Peo Desa Minasa Baji Kepulauan Tanakeke terhenti dan lumpuh, membuat puluhan siswa terlunta-lunta.

Kondisi ini terjadi selama kepemimpinan Kepala Sekolah Hadania SPd, yang kini menjadi sorotan karena keluhan warga dan siswa tentang ketidakhadiran serta sistem pengaturan yang tidak tepat.

Bacaan Lainnya

HUT ke-81 RI ody Riyan Saputra - Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Takalar

dr. Ruslan Ramli, M. Adm. Kes, HUT Ke-81 RI

Bansuhari Said - Camat Pattallassang Kabupaten Takalar

HUT ke-81 RI Ayatullah Rawatib - Plt. Camat Polongbangkeng Selatan

Firmansyah Habsi - Lurah Pappa Kecamatan Pattallassang - Takalar

dr. irmayani, HUT Ke-81 RI

Himbaun Pasang Bendera Merah Putih HUT ke-81 RI

Seorang siswa dari Dusun Labbo Tallua mengaku bahwa saat ia datang ke sekolah setelah menyebrang naik perahu, tidak menemukan satupun guru di lokasi. Ketika menghubungi salah satu guru, ia diberitahu bahwa pembelajaran dilakukan secara daring, padahal jaringan di pulau sangat minim dan tidak mendukung aktivitas tersebut.

“Kami hubungi kenapa tidak ada guru, ibu menjawab ini bukan shift ku karena ibu kepsek bagi shift. Alasan inilah yang membuat kami tidak belajar,” ujar siswa tersebut.

Warga juga mengungkapkan bahwa selama menjabat, Kepala Sekolah jarang hadir di sekolah. Masyarakat meminta Pemerintah Daerah atau Dinas Pendidikan segera mengevaluasi kondisi guru yang tidak rajin datang ke pulau serta sistem pengaturan shift yang diterapkan.

Sementara itu, kepsek SMP satap Lantang peo yang berusaha dikonfirmasi dan diklarifikasi, sama sekali tidak merespon chat konfirmasi yang dikirimkan beberapa kali, bahkan terkesan bungkam.

 

Pos terkait