LSM Gempa Indonesia Pertanyakan Penanganan Kasus Dugaan Penyalahgunaan Dana Bos Yang dilaporkan di Kejari Gowa

178
Advertisement

SULSELBERITA.COM. Gowa РMasih Ingat Kasus Dugaan Penyalahgunaan Dana Bos Yang dilaporkan oleh Lsm Gempa Indonesia di Kejaksaan Negeri Giwa  pada  bulan april 2021 lalu?

Ketua DPP Lsm Gempa Indonesia Amiruddin.SH Kr.Tinggi akan mendatangi Kejaksaan Negeri Kabupaten Gowa dalam waktu singkat untuk menanyakan kasus yang dilaporkan sejak bulan April 2021 terkait penggunaan dana bos di sekolah SD dan SMP dikabupaten gowa yang diduga kuat disalahgunakan oleh pejabat dengan cara memperalat UD Lestari Jaya direktur nya bernama Mince Anna SE warga Keturunan Cina penduduk makassar,menjalankan bisnis pengadaan Baju UKS (dokter kecil), Tandu,Tenda,Tongkat Pramuka,Kota obat, pengadaan foto presiden dan wakil,Foto Gubernur dan wakil,pengadaan foto bupati dan wakil, Pengadaan Foto Lambang Garuda, pengadaan LKS Bahasa Daerah dan Pengadaan Masker Plastik yang diduga kuat Mark up.

Amiruddin SH.Kr Tinggi membeberkan didepan awak media,dini hari Minggu 22 Mei 2022 diwarkop terkait laporan yang ditelan Bumi di Kejaksaan Negeri Kabupaten Gowa ,menjelaskan secara rinci kronologis kejadian penyalahgunaan Dana Bos Tingkat SD dan SMP dikabupaten gowa, bahwa dengan adanya UD.Lestari jaya sebagai pemasok barang tersebut diatas diduga kuat ada petinggi dari Pemda Gowa dan anggota DPRD Gowa yang memberikan peluang bisnis dan diduga kerja sama mendapat keuntungan dan mungkin jadi beking agar kepala sekolah dapat membayangkan barang barang yang pasok oleh UD.Lestari jaya.

Baca Juga  Keluarga Besar PKS Takalar Silaturahmi Ke Koramil Dan Polsek Polut Persiapan Nobar Film G30S/PKI

Bahwa semua elemen tahu bahwa penggunaan dana bos diberikan penuh kepada kepala sekolah untuk mengelola dana bos sesuai kebutuhan sekolah, tetapi yang terjadi di sekolah SD dan Sekolah SMP, UD Lestari Jaya memasukkan barang dan harus bayarkan dengan menggunakan Dana Bos,dengan ancaman kepada kepala sekolah kalau tidak dibayar maka sanksi yang didapat kepala sekolah ada mutasi berhenti jadi kepala sekolah.

Amiruddin menjelaskan tindakan seperti ini sangat bertentangan Peraturan Menteri pendidikan dan kebudayaan Nomor 18.Tahun 2019 tentang perubahan atas peraturan Menteri pendidikan dan kebudayaan Nomor. 3 Tahun 2019 Tentang petunjuk teknis Bantuan Operasional sekolah Reguler.Dan bertentangan Peraturan Menteri pendidikan dan kebudayaan Republik indonesia Nomor 8.Tahun 2020 tentang petunjuk teknis Bantuan Operasional sekolah Reguler.

Baca Juga  Babinsa Sukses Amankan Pilkades Wates

Dimana Peraturan Menteri pendidikan dan kebudayaan Republik indonesia, dan surat Edaran Nomor. 8 Tahun 2020 Tentang pengadaan barang dan jasa satuan pendidikan melalui sistem informasi pengadaan disekolah, telah dilanggar oleh UD.Lestari jaya.

Kegiatan ini dimulai sejak tahun 2018 sejak kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa di jabat oleh PLT kadis,sempat dilakukan RDP di DPRD kabupaten gowa tahun 2018 dengan hasil dengar pendapat dilarang dibayar kan karena akan jadi temuan,tetapi tahun 2019 barang ini tetap disalurkan dan dibayarkan melakukan orang suruhan yang diduga salah satu yang mengatasnamakan Lsm dirinya dan wartawan yang dijanji dapat fee dari hasil penagiannya oleh UD Lestari Jaya.

Amiruddin akan melaporkan pihak Kejaksaan terkait laporannya yang sampai saat ini belum ada klarifikasi dari pihak Kejaksaan sampai di mana penanganan Kasus korupsi yang dilaporkan tersebut. Dengan kasus ini diduga merugikan keuangan negara sebesar 14 milyar rupiah.

Baca Juga  Kembali Berulah, Lagi Lagi KKB Papua Tembak Warga Sipil

Amiruddin selaku kontol sosial sangat prihatin kepada pihak Kejaksaan Kabupaten Gowa untuk memberantas kasus Korupsi tutupnya .

Sementara Kajari Gowa yang di konfirmasi terkait sorotan ketua LSM gempa tersebut melalui chat WA, mengatakan “Siapp senin saya infokan ndi karena saya masih dalam keadaan sakit baru saja keluar dari RS”. Minggu, 22/5/2022.

Ketua DPP Lsm Gempa Indonesia Hp.085241416014.

BAGIKAN