Pupuk Bersubsidi Jangan Dijadikan Lahan Bisnis bagi Pengecer

70

SULSELBERITA.COM. Gowa - Ketua DPP Lsm Gempa Indonesia berharap kepada kepala dinas pertanian Kabupaten Gowa dapat merekomendasikan calon pengecer pupuk bersubsidi yaitu calon pengecer Desa Rannaloe,Kecamatan Bungaya,calon Pengecer pupuk Desa Berutallasa, Desa Berimasunggu dan Desa Taring kecamatan Biringbulu dimana desa tersebut menjadi Pengecer pupuk subsidi adalah orang diluar desa ,sehingga pupuk tidak dapat digunakan tepat waktu . .

Ketua DPP Lsm Gempa Indonesia bahwa untuk meningkatkan kesejahteraan petani dikabupaten gowa seharusnya tiap desa memiliki pengecer pupuk subsidi,dan 2 bulan yang lalu sudah empat desa memasukkan berkas persyaratan pengecer pupuk subsidi ke dinas pertanian Kabupaten Gowa.

Amiruddin menjelaskan terkait kemaslahatan para petani dikabupaten gowa yang dibahas,kepala dinas Kabupaten Gowa sangat bersyukur akan adanya partisipasi dari Lsm Gempa Indonesia dalam rangka memperkuat dan mendukung program dinas pertanian Gowa dimana saat ini penduduk masyarakat Gowa berprofesi sebagai petani.

Baca Juga  Antisipasi Penimbunan Sembako, Polsek Bungaya Lakukan Sidak ke Pasar Tradisional

Ketua DPP Lsm Gempa Indonesia Amiruddin.SH Kr.Tinggi menambahkan bagaimana kesejahteraan petani 5 sampai 10 tahun kedepan dibawah kepemimpinan bapak bupati Gowa kalau semua elemen dan organisasi tidak bersinergi mendukung program bapak kepala dinas pertanian Kabupaten Gowa.

Dari hasil pertemuan Ketua DPP Lsm Gempa Indonesia Amiruddin.SH Kr.Tinggi dengan kepala dinas pertanian,Amiruddin terus mendukung program dinas pertanian demi kepentingan dan kesejahteraan para petani dikabupaten gowa.

Dikatakan juga kepala dinas kepada Ketua DPP Lsm Gempa Indonesia Amiruddin,bahwa sekarang ini kepala dinas menambahkan kuota pupuk bersubsidi,program tersebut diamini oleh Amiruddin,kepala dinas Pertanian juga menerima dan menyerap aspirasi dari ketua DPP Lsm Gempa Indonesia .

Amiruddin menjelaskan ke awak media bahwa selama ini ada beberpa pengecer pupuk subsidi menangani beberapa desa bahkan orang diluar kecamatan menjadi Pengecer membuat petani resah karena tidak dapat menggunakan pupuk tepat waktu mengakibatkan petani gagal panen,karena pengecer hanya mementingkan keuntungan pribadi dalam menjual pupuk subsidi mensuplai pupuk sesuai kehendaknya.

Baca Juga  Pemkab Takalar Nunggak Pajak Kendaraan Rp 225 Juta. Kok Bisa??

Mudah mudahan empat calon pengecer pupuk yang diajukan oleh Lsm Gempa Indonesia ke dinas pertanian Kabupaten dapat diberikan rekomendasi untuk menjadi Pengecer pupuk subsidi demi kesejahteraan petani kabupaten gowa tutupnya.

BAGIKAN