Krisis Kepercayaan Akademisi terhadap DPRD Konsel, IPMS Desak DPRD Provinsi Segera Panggil PT.MI

96

 

SULSELBERITA.COM|| Ikatan pemuda mahasiswa Sabulakoa (IPMS) sebut DPRD konawe selatan Konsel ) tidak diketahui lagi keberadaanya dan sudah tidak pro lagi kepada masyarakat.

Advertisement

Ekx ketua IPMS Hendra yus khalid mengatakan Memang benar DPRD Konsel tidak ditahu lagi keberadaanya alias sudah mati suri, pasalnya mulai Tanggal 17 juni 2020 kami pemuda kecemata sabulako yang mewakili dari masyarakat kecematan Sabulakoa melayangkan surat permohonan audiens kepada DPRD konawe selatan, untuk memanggil pihak PT. merbaujaya indahraya untuk melakukan audiens bersama masyarakat kecamatan Sabulakoa tapi tidak pernah direspon baik oleh DPRD kabupaten konawe selatan. Selalu dijanji dan dijanji. Ungkapnya

Lanjut. Sudah beberapa kali kami datang dikantor langsung, sempat kami langsung menemui ketua DPRD dan iya sampaikan akan segera mengagendakan, Namun sampai hari ini sudah bulan agustus tahun 2021 belom ada tindakan DPRD Konawe selatan untuk mengagendakan pertemuan bersama masyarakat kecematan Sabulakoa

Ada apa dengan Wakil rakyat hari ini, tentu besar dugaan kami DPRD kabupaten Konawe selatan sudah bagian dari PT. merbau jayaindah raya sehingga iya tidak peduli Lagi terhadap masyarakatnya, Katanya DPRD Wakil rakyat, penyambung lidah rakyat, Kok jadi pembantu perusahaan, Wakil perusahaan dan penyambung lidah perusahaan, sungguh ironis. Ungkapnya dengan nada marah.

Sebelumnya hendra mengungkapkan bahwa, Sudah beberapa kali menghubungi pihak DPRD Konawe selatan melalui ketua DPRD, baik melalui via whatsapp maupun melalui secara tatap muka, tetapi belom ada juga tanggapan dan respon yang diberikan. padahal kami ingin bagaimana masyarakat kec. Sabulakoa bisa terpenuhi semua hak-haknya dan agar semua problem yang ada dikecematan Sabulakoa bisa diketahui oleh public bahwasanya PT. merbaujaya indahraya Bukan memberikan kesejatraan malah memberikam banyak beribuh masalah.

untuk itu saya meminta kepada DPRD provinsi Sulawesi Tenggara ( sultra ) untuk segera mengagedakan rapat dengar pendapat ( RDP ) dengan pimpinan PT. merbaujaya indahraya bersama masyarakat kecamatan Sabulakoa sebab DPRD kabupaten Konawe selatan ( konsel ) tidak ditahu Lagi keberadaannya alias mati suri. Ungkapnya

Jika DPRD provinsi Sulawesi Tenggara ( sultra ) tidak segera mengagendakan apa yang menjadi tuntutan kami, berarti tidak jauh berbeda dengan DPRD kabupaten Konawe selatan
( konsel ) , dan kami akan turun aksi besar-besar untuk memboikot Kantor DPRD provinsi Sulawesi Tenggara
( Sultra ) tegas ketua Himpunanan mahasiswa islam komisariat Hukum umk itu