Dugaan Penyelewengan? Pengelolaan Dana Desa Anggaloosi, Patut dipertanyakan..??

96

SULSELBERITA.COM||Onembute, Konawe sulawesi tenggara-dana desa adalah sebagai bentuk komitmen negara dalam melindungi dan memberdayakan desa agar menjadi kuat, maju, mandiri dan demokratis.

Dengan adanya Dana Desa, desa dapat menciptakan pembangunan dan pemberdayaan desa menuju masyarakat yang adil, makmur dan sejahtera.

Advertisement

Sementara tujuan Alokasi Dana Desa adalah:
Mengatasi kemiskinan dan mengurangi kesenjagan.

Meningkatkan kualitas perencanaan dan penganggaran pembangunan di tingkat desa dan pemberdayaan masyarakat desa.

Mendorong pembangunan infrastruktur pedesaan yang berlandaskan keadilan dan kearifan lokal.

Meningkatkan pengamalan nilai-nilai keagamaan, sosial, budaya dalam rangka mewujudkan peningkatan kesejahteraan sosial.

Meningkatkan pelayanan kepada masyarakat desa
Mendorong peningkatan keswadayaan dan gotong royong masyarakat desa.
Meningkatakan pedapatan desa dan masyarakat desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

 

 

Namun dalam Penyaluran dana desa oleh Pemerintah Pusat ke Desa Alih alih dalam pengelolaanya masih banyak menuai kontroversi yang kemudian hanya menguntungkan bagi individu kepala desa bahkan sering terjadi dalam beberapa kasus ditemukan dilapangan.

Berdasarkan hasil investigasi, bahwa adanya dugaan koorporasi administrasi demi untuk meraup keuntungan sehingga mengakibatkan pembanguna didesa kurang maksimal dan tidak begitu nampak bahkan terjadi pengurangan volume dan adanya dugaan manupulasi data.

sementara anggaran Dana Desa dari pemerintah pusat boleh dibilang tidak sedikit, mencapai angka Miliaran jika ditelusuri, dari 2015 hingga 2021.

Dari kasus-kasus korupsi yang terjadi dalam pengelolaan dana Desa, a beberapa modus operandi yang sering terjadi antara lain, seperti :

1. Membuat RAB (Rancangan Anggaran Biaya) di atas harga pasar kemudian membayarkan berdasarkan kesepakatan yang lain;

2. Kepala Desa mempertanggung jawabkan pembiayaaan bangunan fisik dana desa padahal bersumber dari sumber lain;

3. Meminjam sementara dana Desa dengan memindahkan dana ke rekening pribadi kemudian tidak dikembalikan;

4. Pemotongan dana Desa oleh oknum pelaku;

5. Membuat perjalanan dinas fiktif dengan cara memalsukan tiket penginapan/perjalanan;

6. Mark Up pembayaran honorarium perangkat Desa;

7. Pembayaran ATK tidak sesuai dengan real cost dengan cara pemalsuan bukti pembayaran;

8. Memungut pajak, namun hasil pungutan pajak tidak disetorkan ke kantor pajak; dan. 9. Melakukan pembelian inventaris kantor dengan dana Desa namun diperuntukkan secara pribadi.

Dari hasil monitoring dilapangan Desa Anggaloosi, kecamatan Onembute, kabupaten konawe provinsi sulawesi tenggara, diduga terjadi penyelewengan Dana desa.

Pasalnya hal itu menguak, ketika tim investigasi saat melakukan monitoring. Ada pada beberapa bangunan fisik yang diduga tudak sesuai anggaran dengan fisiknya.

Berdasarkan dari pantauan media ini pada hari, sabtu 14 /07/21, Desa Anggaloosi kecamatan Onembute , tidak begitu terlihat dimana penggunaan dana desa yang sudah miliaran masuk didesa tersebut jika dilihat dari pantaun ada ketidksesuaian antara harga dengan bentuk fisik.

bahkan jika di ikuti dari 3 tahun terkahir. 2018, 2019, 2020 hingga 2021. Patut diduga desa Anggalosi terendus ada dugaan malapraktik yang diduga bagian dari koorporasi

Sehingga penulis berkesimpulan, bahwa Pengelolaan Dana Desa Anggaloosi diduga terjadi penyelewengan yang dari tahun ke tahun sejak adanya Dana desa.

Sehingga penulis dan sumber menginginkan adanya proses pemeriksaan pada pengelolaan Dana desa Anggaloosi.

Sementara itu,kades Angggaloosi saat berusaha ditemui, untuk dikonfirmasi tidak ada ditempat, namun demikian media ini tetap akan memberikan hak jawab bagi pihak terkait.

( HNR )