Alkes di Temukan, Pelapor Apresiasi Kinerja Kajari Takalar

155

SULSELBERITA.COM. TAKALAR, Terkait dugaan korupsi pengadaan Alkes RSUD Haji Pajonga Daeng Ngalle yang ramai diberitakan media beberapa hari ini telah menemukan titik terang, sebanyak 149 unit Alkes dari total 152 unit yang diduga hilang berdasarkan Hasil Pemeriksaan BPK RI  telah ditemukan oleh pihak Kejaksaan Negeri Takalar dibantu tim dari pihak RSUD H. Pajonga Daeng Ngalle.

Rais Aljihad selaku pelapor  dugaan  korupsi Alkel, memberikan apresiasi kepada pihak Kejasaan Takalar atas kinerja sehinggan mampu mengungkap kebenaran dan keberadaan Alkes yang diduga telah merugikan Negara itu. Selasa, 09/03/2021 via whatsapp

Menurutnya, Ia melaporkan kasus tersebut kepihak Kejari Takalar Berdasarkan hasil  temuan Badan Pemeriksan Keuangan  (BPK RI ) sebanyak 152 unit alkes senilai 6,6 M  yang diduga mengarah kepada kerugian Negara

Baca Juga  Legislator Propinsi fahruddin Rangga, Sosialisasikan Produk Hukum Yang Pro Rakyat Di Takalar
Advertisement

“Pihak Kejaksaan Negeri Takalar yang dinahkodai Bapak Salahuddin patut diberikan apresiasi karena telah melakukan pemeriksaan secara intens  terhadap pejabat yang terkait dengan Alkes tersebut, bahkan beliau turun langsung mengecek kondisi fisik keberadaan Alkes, yang hasilnya sangat positif, tim kejaksaan dibantu  pihak RSUD Pajonga berhasil menemukan alat kesehatan yang sempat kami laporkan” ungkap Rais

Aktifis yang dikenal aktif sebagai penggiat anti korupsi ini, juga memberikan apresiasi atas sikap kooperatif dari pihak terlapot  sehingga kasus ini bisa menemukan titik terang

“Kami tentu juga menghargai kinerja direktur RSUD H. Padjonga Dg Ngalle dan jajarannya yang kooperatif dan bekerja keras  untuk menginventarisasi temuan tersebut dan hasilnya tidak sia-sia karena barang tersebut ternyata ada, sehingga dugaan yang kami laporkan tidak benar adanya” kata Rais

Baca Juga  Tokoh Pemuda Desa Aska : BPD Desa Aska Jangan Hanya Jadi Simbol Dan Pelengkap

Iapun berpesan jika akan tetap mengawal kasus kasus korupsi yang ada secara objektif dan berharap pejabat negara lebih berhati hati terkait aset milik Negara karena itu dibeli dari Uang Rakyat.

Sehari sebelumnya Kasipidsus Kejari Takalar, Suwarni Wahab mengungkapkan, kedatangan timnya di RSUD HPDN Takalar untuk melakukan cek fisik terhadap Alkes yang menjadi temuan berulang BPK tersebut.

“Setelah kita cek fisik, sudah kita temukan 149  Alkes dan sesuai yang kita cari. Ada tiga unit Alkes yang tidak kita temukan, ini yang sementara kita telusuri keberadaannya,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur RSUD HPDN Takalar, dr Asriady Ali membenarkan, jika tim penyidik Kejari Takalar melakukan cek fisik terhadap Alkes yang menjadi temuan berulang BPK.

Baca Juga  Empat Poin Jadi Rekomendasi Alumni Kelas Advokasi Untuk IAIM Sinjai

“Total Alkes yang temuan berulang BPK itu sebanyak 152 unit, nilainya Rp6,6 miliar. Nah, sekarang kurang tiga unit dan itu nilainya Rp60 jutaan. Ini yang sementara kami dan tim Kejari Takalar telusuri,” katanya saat memberikan keterangan pers di lantai ll RSUD HPDN Takalar.

“Total temuan tahun 20019 ada 152 Alkes dengan nilai Rp6,6 miliar, tapi sekitar 98% sudah ditemukan oleh tim inventaris RSUD. Temuan itu mulai tahun 2001, tapi Alkes yang tidak ditemukan itu pengadaan tahun 2003. Sisa tiga yang belum temukan, ini yang kami akan telusuri dokumen pengadaan barangnya, dengan membentuk tim telusur yang melibatkan banyak pihak. Semoga bisa secepatnya ditemukan,” tutup Adi.

Advertisement
BAGIKAN