Indra Depo Bangunan Diduga Labrak Aturan dan Salahgunakan Ijin Usaha

82

SULSELBERITA.COM. Makassar, - Dari pantauan tim Investigasi di lapangan, sedikitnya ada 3 gedung yang diduga difungsikan sebagai gudang yang beroperasi dalam wilayah kota Makassar. Dalam penelusuran tim, gedung ini milik PT. Indoprima Permata Sulawesi dengan nama Toko Indra Depo Bangunan.

Gedung-gedung dimaksud, adalah gedung yang beralamat di Jl. Alauddin, bersampingan Perpustakaan Multimedia, berhadapan dengan Supermarket Giant Alauddin, juga gedung yang beralamat di Jl. Topaz raya dan yang berada di Akik hijau.

Hasil Penelusuran tim investigasi, ditemukan tiga gedung tersebut, beroperasi tidak sesuai ijin yang dimilikinya. Hanya menjadi tempat penyimpanan dan pengangkutan barang, lazimnya fungsi gudang pada umumnya.

Hal ini, merupakan larangan, sebagaimana larangan kegiatan pergudangan jelas tertera dalam Perwali Nomor 20 tahun 2011 tentang larangan Gudang dalam Kota, serta Perda nomor nomor 13 tahun 2009 tentang kawasan pergudangan terpadu.

Baca Juga  JILID III Tolak TKA asal Cina, Konsorsium Konawe Raya Bakal Turunkan Ribuan Massa

Nampaknya aturan ini, tidak diindahkan pemilik bangunan, bahkan dalam izin usaha yang ditempelkan di bangunan dimaksud, justru perizinan usaha pertokoan, atau penjualan.

Dilansir dari lintaslima.com,
Organisasi Pergerakan Mahasiswa (OPM), yang juga tergabung dalam tim investigasi ini, telah melayangkan surat somasi ke Toko Indra Depo bangunan sebagai pemilik gedung tersebut.

Sebelumnya, tim mendatangi Toko Indra Depo dan bertemu dengan Indra Putra Hugen, yang dinilai pemilik gedung dimaksud, namun Indra mengelak, jika gedung itu adalah gudang.

Dok Gedung Bangunan Indra Depo Bangunan

"Saya punya izin usahanya, di Alauddin itu saya punya garasi mobil, sekalian saya punya cabang disitu pak." Jawab Indra singkat, sebagaimana dikutip dari lintaslima.com

Ditanya soal fungsinya sebagai apa gedung tersebut, Indra menjawab spontan, bahwa itu toko, namun hanya orang orang tertentu yang tau,

Baca Juga  Aspidsus Kejati Riau: Tersangka Kasus Korupsi UT Segera Jalani Persidangan

"Saya punya toko, cuma orang-orang tertentu saja yang tau," tambah Indra.

Dalam somasi yang dilayangkan, OPM meminta 2 X 24 jam, jika tidak ditanggapi, mereka akan melakukan aksi demo besar besaran untuk meminta pemerintah kota Makassar menutup gudang dimaksud.

Agung Purba, Ketua Umu OPM kepada media ini menyampaikan, jika mereka akan melaporkan secara resmi dugaan pelanggaran ini ke Pemkot Makassar hari ini, "Kami duga ada pelanggaran besar disini, perihal ini akan kami laporkan ke Pemkot Makassar." Terang Agung dalam keterangan Persnya.

Kecaman lain, datang juga dari LSM Insani Indonesia, Abdul Natsir Ago, ketua Umum LSM Insani menjelaskan, jika bukti pelanggaran ini akan dijadikan bahan untuk melaporkan, "Ini kami laporkan, bahkan ini penyalahgunaan izin yang dilakukan, dari izin untuk pertokoan menjadi gudang, ini jelas menyalahi." Ungkap Abdul Natsir. (rls/tim)

Baca Juga  Meski Sudah Divonis 1 Tahun Penjara, Anggota DPRD ini Tetap Bebas Berkeliaran
Advertisement
BAGIKAN