Kutuk Keras Penikaman Syekh Ali Jaber, FALYASBIR: Itu Tindakan Biadab

HUT ke-81 RI Bupati dan Wakil Bupati Takalar

HUT ke-81 RI Ketua DPRD Takalar

SULSELBEIRTA.COM. Pamekasan – Tindakan kriminal atau penusukan kepada Syekh Ali Jaber saat mengisi kajian di Masjid Falahudiin Jalan Tamim Kecamatan Tanjung Karang Pusat Kota Bandar Lampung, Minggu (13/9/2020) kemarin menuai reaksi dari berbagai pihak.

Mereka mengutuk perbuatan pelaku kriminalisasi ulama tersebut. Hal ini pun diutarakan Forum Alumni Yayasan As-Syahidul Kabir (FALYASBIR) Sumber Batu Blumbungan Pamekasan.

Bacaan Lainnya

HUT ke-81 RI ody Riyan Saputra - Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Takalar

dr. Ruslan Ramli, M. Adm. Kes, HUT Ke-81 RI

Bansuhari Said - Camat Pattallassang Kabupaten Takalar

HUT ke-81 RI Ayatullah Rawatib - Plt. Camat Polongbangkeng Selatan

Firmansyah Habsi - Lurah Pappa Kecamatan Pattallassang - Takalar

dr. irmayani, HUT Ke-81 RI

Himbaun Pasang Bendera Merah Putih HUT ke-81 RI

Ketua Umum FALYASBIR Khairus Salim mengecam dan mengutuk keras terhadap pelaku peristiwa penusukan tersebut. Bahkan ia menilai hal itu mencerminkan kedzaliman secara terang-terangan terhadap ulama.

“Sungguh itu perbuatan biadab yang dilakukan oleh orang yang tak beradab.” ujarnya, Senin (14/09/2020).

Kepada pihak yang berwajib, Khairus sapaan akrabnya menuntut agar segera mengusut tuntas, apa motifnya dan siapa otak di belakang pelaku tersebut kemudian mereka harus dihukum seberat beratnya.

“Kami meminta kepada pihak-pihak penegak hukum terutama kepada pihak kepolisian supaya kasus tersebut diusut secara tuntas biar tidak terulang kembali perlakuan yang serupa terhadap ulama’.” Tegas Khairus.

Dikatkan, peristiwa ini adalah warning bagi yang berwenang untuk menjaga keamanan dan keselamatan para da’i kedepannya. Karena ternyata kejadian di Lampung menjadi bukti keteledoran pihak keamanan.

Bukan hanya itu, Khairus Salim tidak percaya jika pelaku diduga orang gila. Ia menyatakan pemerintah terkesan bermain mata dengan kelompok oknom tertentu kalau mempercayai tindakan tersebut pelakunya orang yang tidak waras.

“Kalau korbannya ulama’ muncul opini pelaku orang gila, sedangkan kalau pejabat negara langsung dinyatakan pelaku teroris.” Tandasnya.

Kholisin

Pos terkait