Suka Duka Profesi Bidan Bertugas di Pulau, Taruhannya Keselamatan Diri Sendiri Demi Pasien

26

SULSELBERITA.COM.Sinjai –

Profesi menjadi seorang bidan tentunya bukanlah pekerjaan yang mudah dilakukan namun dibutuhkan suatu ketekunan serta ikhlas dalam menjalankan profesinya demi kepentingan masyarakat.

Lika Liku dan Suka Duka Profesi seorang bidan Bertugas di Pulau Taruhannya Keselamatan Diri Sendiri Demi Pasien

Advertisement

Begini kisah seorang Bidan yang ditugaskan di salah salah satu kecamatan di Kabupaten Sinjai Provinsi Sulawesi Selatan yang berjarak dari pusat kota Sinjai sekirar 10 Mil Sementara jaraknya dari dermaga Pusat Pendaratan Ikan (PPI) Lappa, kecamatan Sinjai Utara sekira 3 Mil laut.

Kondisi ini pun sangat dirasakan betul oleh Fatmawati, A.Md.Keb seorang Bidan PTT (Pegawai Tidak Tetap) yang bertugas sejak Tahun 2011 dan terangkat menjadi ASN (Aparatur Sipil Negara) saat sekarang Ini yang sudah 9 Tahun 3 bulan lamanya di Puskesmas Pulau Sembilan Desa Pulau Harapan Kecamatan Pulau Sembilan Kabupaten Sinjai kata wanita yang biasa disapa dengan sebutan bidan Fatma di kalangan kerabat terdekatnya

Baca Juga  Mantan Bupati Sinjai Dua Periode Dukung Irman-Zunnun di Pilwali Makassar

Kondisi seperti jelas membuat kita kadang merasa cemas namun apa hendak dikata profesi tetap terus kita jalankan,” terang istri tercinta Ahmad Irfandi, S.Pd.i

Meski begitu dirinya sampai saat ini mengaku tetap ikhlas dalam menekuni profesinya sebagai bidan yang kini bertugas di Puskesmas Pulau Sembilan.

“Jalani profesi bidan itu dengan ikhlas sebab profesi yang kita jalani itu adalah tugas mulia membantu masyarakat,” pesannya.

Dimana wanita Kelahiran 30 januari 1988 itu mengaku mengalami banyak pengalaman, baik itu yang pahit maupun manis manis selama bertugas di pulau

Walaupun begitu, dirinya mengatakan bertugas di pulau adalah panggilan hidupnya.

“Bertugas di daerah terluar yang jauh dari riuhnya kota itu sangat mulia bagi saya. Awalnya memang berat, karena harus jauh dari keluarga,” ungkapnya.

Baca Juga  Pendidikan dan rumus merampok gaya baru
Advertisement