Pemilik Gudang Kursi di Pergudangan Komplek Alfian Diduga Tidak Memiliki SNI

37

SULSELBERITA.COM - Pekanbaru. Selasa , (11/08/2020) Pemilik gudang kursi impor dari China inisial (RD) diduga tidak memiliki stand⁰ar nasional Indonesia (SNI), ketika di temui oleh awak media yang hendak menanyakan kebenaran informasi dari masyarakat tersebut ternyata pemilik nya. mengamuk-ngamuk dengan wartawan yang hendak mencari tau kebenaran informasi dari masyarakat tersebut.

Pihak pengawas yang ada di gudang tersebut memaksa awak media untuk menyerahkan Poto dari wartawan nya.,untuk di serah kan ke pada pihak pemilik gudang tersebut , padahal wartawan sudah memenuhi kebutuhan dan sarat - sarat untuk melakukan liputan terhadap importasi bahwasanya., di gudang tersebut,baya kursi kantor mewah yang diduga tidak memiliki standar Nasional Indonesia (SNI).

Namun setelah itu pihak pemilik gudang melakukan ucapan yang tidak lazim untuk di sebut kan, nya kepada wartawan dengan mengatakan wartawan tidak ada hak untuk memotret dan mempertanyakan gudang kami bukan tempat umum ucap seorang perempuan yang di duga istri dari pemilik gudang di kawasan Alfian tersebut.

Baca Juga  Butuh Perjuangan...Akhirnya Ahmad Jais Berhasil Bawa Komisi V Tinjau Lokasi Rencana Jembatan Garassi
Advertisement

Dia juga menyuruh anggota nya dua orang perempuan separuh baya tersebut yang tidak mau di tanya nama nya ,dan satu orang laki-laki mengambil Poto wartawan serta merekam video wartawan.

Tindakan tersebut Diduga untuk diviralkan nya."yang bertempat di pergudangan Alfian jalan arengka / menuju Palas kecamatan payung sekaki kota Pekanbaru.,

Karena pihak pemilik gudang berusaha menghambat kenerja liputan wartawan ,tidak boleh mengambil Poto kami, ucap nya baik pun dari wartawan mana saja ,tapi sebalik nya pemilik gudang malah mengambil Poto dan meminta wartawan menyerahkan Poto diri dan kartu tanda anggota (KTA) dan surat tugas namun si pemilik gudang tidak puas pada akhir nya , mereka mengambil paksa Poto beberapa wartawan tersebut dan me video kan beberapa wartawan tersebut.

Baca Juga  Pererat Silaturahmi Sembari Jaga Kebugaran, Kapolsek Bajeng Bentuk Tim Gowes BBC

Mengenai permasalahan ini awak media sudah melakukan konfirmasi ke subid IV Krimsus Polda Riau.,menangapi hal ini ,akan kita lakukan pengecekan apakah itu kursi wajib SNI atau tidak ujar Kanit Reskrim subid IV Krimsus Polda Riau ketika di konfirmasi lewat via seluler telepon nya.

UU pers no 40 tahun 1999 pasal 4 ayat (2) dan ayat (3)barang siapa menghambat atau menghalang-halangi tugas wartawan maka akan di pidana kurungan penjara selama (2) (dua tahun kurungan)atau denda sebayak Rp 500 juta.

(Rilis /red)

Advertisement
BAGIKAN