Kisah Hidup Si Yatim yang Memilukan, Putus Sekolah dan Numpang Bersama Ibunya di Bangunan Darurat

HUT ke-81 RI Bupati dan Wakil Bupati Takalar

HUT ke-81 RI Ketua DPRD Takalar

SULSELBERITA.COM. MAKASSAR – Hidup si yatim, Muhammad Fatir (9) bersama ibu dan tiga saudaranya yang lain cukup memilukan.

Lima bulan yang lalu, karena tak mampu bayar uang kontrakan, harus rela pindah dari rumah kontrakannya di Jalan Abubakar Lambogo dan numpang di sebuah bangunan darurat yang belum rampung dan sering tergenang banjir di wilayah pengembang Goseng Indah Jalan Perintis Kemerdekaan Tamalanrea Kota Makassar.

Bacaan Lainnya

HUT ke-81 RI ody Riyan Saputra - Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Takalar

dr. Ruslan Ramli, M. Adm. Kes, HUT Ke-81 RI

Bansuhari Said - Camat Pattallassang Kabupaten Takalar

HUT ke-81 RI Ayatullah Rawatib - Plt. Camat Polongbangkeng Selatan

Firmansyah Habsi - Lurah Pappa Kecamatan Pattallassang - Takalar

dr. irmayani, HUT Ke-81 RI

Himbaun Pasang Bendera Merah Putih HUT ke-81 RI

Sitti Fatimah (44), Ibunda Fatir mengatakan sejak pindah, anaknya yang masih usia sekolah kerepotan dan dua orang diantaranya harus putus sekolah.

“Anak saya yang kembar duduk di Kelas 1 SMK, terpaksa putus sekolah dan dua orang lainnya yang masih SD sudah jarang masuk sekolah karena jauh dan terkendala biaya transportasi ke sekolah asalnya di Bara-Baraya”, Urainya dengan mimik sedih.

Perempuan ini menambahkan, untuk menyambung hidup setelah suaminya meninggal di tahun 2017 karena serangan jantung, Ia bekerja sebagai tukang cuci.

“Kami bersyukur masih ada yang memberikan bangunannya untuk ditinggali, meskipun kondisinya sangat memprihatinkan. Tak ada WC dan tergenang kalau hujan”, Lanjutnya.

Inilah realita kondisi salah satu warga rentan Kota Makassar ketika Pengurus Kombes, Suryadi Yamin berkunjung dan menyerahkan paket bantuan ala kadarnya di tempat tinggalnya, Kamis (23/04/2020).

“Semoga ada pendampingan dari pihak terkait agar keluarga ini bisa hidup lebih layak”, Ujarnya singkat.

Pos terkait