GSM Ingatkan Bupati Sinjai Jangan Seperti Calon Bupati di Tengah Pandemi Covid-19

Selamat Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW - Bupati dan Wakil Bupati Takalar - Sulselberita

HUT ke-81 RI Bupati dan Wakil Bupati Takalar

HUT ke-81 RI Ketua DPRD Takalar

SULSELBERITA.COM. SINJAI – Dalam penanganan Covid-19 di Kabupaten Sinjai menjadi polemik yang cukup serius, berbagai solusi gencar digemborkan di Media oleh Tim Gugus Tugas.

Sebulan Lebih bergelut dalam pencegahan Covid-19, Kabupaten Sinjai belum juga merilis data valid terkait kondisi kesehatan warganya. Padahal diberbagai media Bupati Sinjai dalam hal ini sebagai Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dinilai terkesan pencitraan.

Bacaan Lainnya

HUT ke-81 RI ody Riyan Saputra - Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Takalar

dr. Ruslan Ramli, M. Adm. Kes, HUT Ke-81 RI

Bansuhari Said - Camat Pattallassang Kabupaten Takalar

HUT ke-81 RI Ayatullah Rawatib - Plt. Camat Polongbangkeng Selatan

Firmansyah Habsi - Lurah Pappa Kecamatan Pattallassang - Takalar

dr. irmayani, HUT Ke-81 RI

Himbaun Pasang Bendera Merah Putih HUT ke-81 RI

Hal itu disampaikan Ketua Bidang Advokasi Gerakan Sinjai Muda (GSM), Sahril yang menilai Bupati belum paham bahwa dirinya adalah pemerintah yang memiliki wewenang penuh di wilayah Kabupaten Sinjai.

“Sebagai Ketua Gugus Tugas pemegang kendali, seharusnya Bupati tau bahwa kami masyarakat berharap banyak padanya, bukannya malah terkesan pencitraan. Sekarang beliau harus paham bahwa beliau bukan lagi Calon Bupati, tetapi sekarang seorang bupati yang mesti mengayomi seluruh elemen masyarakat, jadi jangan seperti calon Bupati,” Ujarnya kepada awak media, Rabu (22/04/20).

Penanganan Covid-19 hingga detik ini belum merilis secara resmi data kesehatan warga, namun telah berkesimpulan secara dini terkait situasi Kabupaten Sinjai.

“Secara akademis, melakukan kesimpulan namun belum ada data valid dan kajian mendalam atas data tersebut adalah sebuah kejahatan akademik, hal ini mesti dipahami seorang Bupati secara kongkrit, jangan malah ikut-ikutan dengan daerah lain,”Ucapnya.

Rili sapaan akrabnya berharap, saat ini pencitraan mesti dijauhkan dari situasi seperti ini, harusnya fokus bagaimana mendeteksi status kesehatan seluruh masyarakat Kabupaten Sinjai.

“Tim Gugus seharusnya banyak-banyak melibatkan akademisi sehingga informasi yang dirilis ke publik dapat mencerdaskan bukan malah menimbulkan kepanikan di kalangan masyarakat,” Ucap alumnus sospol Unismuh ini.

Lanjut “Sinjai ini daerah dengan kondisi geografis yang beragam, bupati mesti paham itu, tidak semua perlakuan harus sama dalam pencegahan Covid-19 ini.” Ujarnya.

(Red)

Pos terkait