Kasus Dugaan Ijasah Palsu Desa Matabubu Belum Ada Kejelasan

296

SULSELBERITA.COM. Konawe selatan - Seperti yang di beritakan sebelumnya di beberapa media, bahwa Kepala Desa Matabubu, Kecamatan Baito, Konawe Selatan (Konsel), Jabaruddin diadukan ke Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) oleh warganya sendiri sejak 8 Agustus 2019 lalu.

Kepala Desa yang terpilih pada April 2018 itu dipolisikan karena diduga mendaftar menjadi calon kepala desa hingga terpilih menggunakan ijazah palsu baik SMP maupun SMA.

Laporan pun dilakukan setelah dokumen bukti ijazah tersebut dikumpulkan.

Salah satu warga yang melapor, Aswan Tenggu menilai ijazah yang dimiliki Jabaruddin itu diduga palsu lantaran di beberapa bagian lembarannya terdapat keanehan.

Misalnya saja pada ijazah SMA paket C yang dimiliki kades itu. Aswan lalu memperlihatkan dokumen-dokumen yang dimaksud dalam bentuk fotokopi.

Ijazah paket C yang diterbitkan pada 27 Desember 2007 dan ditandatangani oleh Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan dan Parwisata Kabupaten Konsel, Andi Nur berbeda dengan goresan tanda tangan ijazah dua orang lainnya pada waktu terbit yang sama.

Baca Juga  Kejar Seseorang dengan Pisau, Pria ini Malah Kehilangan Tangannya

“Kedua ijazah yang berbeda itu atas nama Haruddin dan Muddin. Kedua-duanya memiliki goresan tanda tangan Andi Nur pada waktu tanggal, bulan dan tahun yang juga sama. Sedangkan Jabaruddin juga lain,” ungkap Aswan Teng,pada awak media Jumat (29/11/2019).

Warga Matabubu itu lalu kembali memperlihatkan bukti pembanding yang lain. Ia membuka dua dokumen ijazah yang diyakininya sebagai ijazah yang sah namun dalam bentuk kertas yang sudah digandakan.

Dua Ijazah itu diterbitkan dari SMU Negeri 1 Palangga pada 13 Juni 2002 yang juga ditandatangani oleh Andi Nur. Anehnya dua kertas ijazah hasil penggandaan itu memiliki goresan tanda tangan yang berbeda dari 3 ijazah paket C di mana salah satunya dimiliki oleh Kades Matabubu.

Selain itu, dalam lembaran kertas ijazah atas nama Adriawan dan Isran tersebut jabatan Andi Nur saat itu sebagai kepala sekolah. Dari lima dokumen yang ditunjukkan, nomor induk pegawai (NIP) Andi Nur kesemuanya persis sama.

Baca Juga  Setelah 11 Hari Menghilang, Pria Paruh Baya ini Ditemukan Sudah Tak Bernyawa

Warga lainnya yang ikut melaporkan Kades Matabubu, Wahab mencurigai Jabaruddin saat masa pendaftaran bakal calon kepala desa.

Dia mengaku sebagai salah satu cakades incumbent yang maju bertarung kembali saat itu, melihat tidak memiliki ijazah asli saat panitia pemilihan meminta menyetor berkas.
“Di antara empat bakal calon yang mendaftar, cuma dia yang tidak menyetor ijazah asli yang diminta panitia pemilihan sampai dia terpilih. Padahal itu berkas yang menjadi persyaratan yang wajib, tapi panita tetap meloloskan dia dan kemudian terpilih,” jelasnya.

Aswan mengatakan, semua bukti dokumen itu sudah diserahkan ke polda. Sampai hari ini, sudah enam orang saksi diperiksa serta. Penyidik juga sudah menerbitkan surat pemberitahuan perkembangan hasil penyelidikan (SP2HP) pertama.
“Sehingga kami meminta kepada aparat agar kasus ini diproses dengan cepat supaya warga masyarakat mendapat kepastian hukum,” tegasnya.

Baca Juga  Meski Tak Kantongi IMB, Pembangunan Hotel Topejawa Tetap Di Laksanakan

Aswan juga mendesak Pemerintah Kabupaten Konsel, khususnya dinas pendidikan agar melakukan verifikasi kembali dokumen ijazah yang diduga tidak sah tersebut. Selanjutnya, status kepala desa Jabaruddin juga harus dicabut.

“Menurut penyidik, setelah gelar perkara yang dijanjikan kepada kami pada Desember 2019 ini, akan ditebitkan SP2HP kasus ini. Semoga nantinya kasus ini bisa terang benderang,” pungkasnya.

Hal itu juga di benarkan oleh salah satu ormas konawe selatan,yang namanya belum mau di mediakan"iy benar ada desa di konsel yang di Duga Menggunakan ijazah palsu dan sudah di laporkan ke polda sekarang perkembangan kasus itu belum jelas masih ngambang"ungkapnya di salah satu warkop,minggu,15/12/2019.

Hingga berita ini di turunkan pihak media ini masih terus melakukan upaya konfirmasi perkembangan kasus tersebut begitupun dengan pihak terlapor

Penulis : Hendra

Advertisement
BAGIKAN