Oknum Polisi di Makassar Diduga Salah Tangkap, Korban Alami Luka Dalam

Selamat Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW - Bupati dan Wakil Bupati Takalar - Sulselberita

HUT ke-81 RI Bupati dan Wakil Bupati Takalar

HUT ke-81 RI Ketua DPRD Takalar

SULSELBERITA.COM. Makassar – Diduga Oknum Polisi Di Makassar Salah Tangkap Pelaku Pembusuran dan pencurian Ponsel, Oleh Korban Salman (21) Tahun Ditangkap Dan Dianiayah Hingga Mengalami Pendarahan Dibagian Vitalnya.

Beberapa awak media mengunjungi kediaman korban di area pasar kalimbu dan melihat lansung kondisi korban yang begitu lemah, Jumat (29/11/2019).

Bacaan Lainnya

HUT ke-81 RI ody Riyan Saputra - Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Takalar

dr. Ruslan Ramli, M. Adm. Kes, HUT Ke-81 RI

Bansuhari Said - Camat Pattallassang Kabupaten Takalar

HUT ke-81 RI Ayatullah Rawatib - Plt. Camat Polongbangkeng Selatan

Firmansyah Habsi - Lurah Pappa Kecamatan Pattallassang - Takalar

dr. irmayani, HUT Ke-81 RI

Himbaun Pasang Bendera Merah Putih HUT ke-81 RI

Ibu Asma Orang tua Korban mengatakan. Hari itu, Minggu, 13 Oktober 2019. Jarum jam menunjuk ke pukul 11.00 Wita. Salman baru saja beranjak untuk membeli nasi kuning. Tiba-tiba anggota polisi berpakaian preman, menciduknya. Dari Polsek Rappocini.

“Saat itu anak ku baru mau beli nasi kuning, langsung dibawa. Mau ka ke sana, na bilang orang jangan ki bu bahaya. Besok pi saja.” Ungkapnya.

Sambil berlinang air mata, Asma menceritakan. Berselang tiga hari setelah penangkapan, anaknya dibawa pulang oleh polisi ke rumahnya. Katanya, mencari barang bukti.

“Anak saya datang bersama polisi, katanya mau cari busur di rumah karena terlibat pembusuran. Tapi mana ada busur di rumah, tidak ada dia dapat,” Ucapnya.

Setelah tidak mendapatkan barang bukti, Salman kembali dibawa pergi. Asma, ke Polsek Rappocini menjenguk anaknya, tapi tidak diperbolehkan bertemu.

Tanggal 22 Oktober, Asma berhasil membawa keluar anaknya. Dada Salman bengkak. Dia tak bisa lagi jalan. Alat kelaminnya hancur. Berlubang.” Katanya.

Menurut Asma, anaknya tersebut dipaksa mengaku oleh anggota polisi. Dia disetrum di bagian dada dan alat kelaminnya.

“Saya bawa ke rumah sakit untuk diperiksa. Ada pembengkakan di jantung. Alat kemaluan anak saya berlubang hancur. Kalau goyang keluar lagi darah,” Tutup Asma.

Pos terkait