Dalam Rangka Hari Anak Internasional, SIGAP KERLIP Indonesia Aktif Kawal Outdoor Class Day

0
159

SULSELBERITA.COM. Takalar - Lebih dari 4 Juta Anak Gembira Laksanakan Sehari Belajar di Luar Kelas pada satuan pendidikan di seluruh Indonesia.

Tahun lalu, lebih dari 120 negara melakukan Hari Belajar di Luar Kelas, yakni Inggris, Australia, India, Colombia, Saudi Arabia dan Amerika. Tercatat 3.464.843 anak-anak di 27.819 sekolah di seluruh dunia terlibat dalam OCDay.

Sebanyak *927.395* adalah partisipan anak-anak di seluruh Indonesia yang mewakili *5.566 sekolah/madrasah* di Indonesia. Mereka semua merayakan kegembiraan belajar di luar kelas pada 1 November 2018.

Tahun ini tepatnya 7 November 2019 *16.580* sekolah/madrasah/paud telah mendaftarkan *4.565.975* anak gembira merayakan Sehari Belajar di Luar Kelas Menuju Madrasah/Sekolah Ramah Anak. Mereka melaksanakan beragam pembiasaan dengan lagu dan gerak bersama guru, orangtua/wali, lembaga masyarakat, pemerintah daerah. Mulai dari jam 6 pagi hingga siang hari.

Kegiatan apa yang dilaksanakan mungkin bukan hal baru, akan tetapi dilakukan secara massif dan melembaga tentu saja merupakan sebuah upaya baru yang dilaksanakan oleh KPPPA, KEMENDIKBUD dan KEMENAG RI yang disupport oleh Perkumpulan Keluarga Pendidikan, SIGAP KERLIP, Sandi KERLIP Institut antara lain berupa :
1. Penyambutan siswa oleh kepala sekolah dan guru dengan Senyum, Salam, dan Sapa (3S) merupakan upaya penanaman karakter moral kepada anak didik sejak dini. 2.
Menyanyikan lagu Indonesia Raya (3 Stanza)
3. Cuci tangan bersama sebelum dan sesudah makan dengan pola PHBS
4. Berdoa sebelum dan sesudah makan
5. Sarapan sehat dari bekal makanan yang disiapkan oleh orang tua masing-masing dengan takaran gizi seimbang membawa keseruan sendiri karena Guru, kepala sekolah sampai Bupati ikut makan bersama.

Baca Juga  Lidik Pro Rakyat Nusantara Siap Kawal Berkas Administrasi dan Menjamin Kelulusan Bagi Pendaftar TKI

Kegiatan ini jika dijadikan rutinitas akan menjadi media penguat ikatan emosional antara komunitas sekolah dan pihak luar sekolah.
6. Memeriksa lingkungan sekolah, menyingkirkan bunga atau tanaman yang berpotensi membahayakan anak adalah salah satu Indikator penting yang harus tercapai dalam SRA/MRA
7. mematikan lampu atau peralatan listrik yang tidak digunakan adalah penanaman nilai-nilai tentang lingkungan dan cara melestarikannya
8. Membaca buku di luar kelas sebagai gerakan Literasi juga berfungsi sebagai hipnoterapi yang diharapkan mampu mengalihkan dunia anak dari pengaruh kuat gadget
9. Simulasi evakuasi bencana bencana ditanamkan sejak awal untuk mendidik kesiapsiagaan anak dan guru dalam mengatisipasi terjadinya situasi darurat.
10. Senam Germas dilakukan dengan berbagai gerakan yang dipilih sendiri oleh masing-masing sekolah, tujuannya adalah anak anak senang
11. Tidak kalah menariknya adalah mengajak siswa bermain dengan permainan tradisional dengan tujuan mengembalikan nilai nilai luhur budaya yang kian tergerus oleh beragamnya permainan anak yang bersumber dari luar.
12. Deklarasi Sekolah/Madrasah Ramah Anak (SRA/MRA) yang ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama serta Pelantikan Tim SRA/MRA di sekolah masing-masing dan teriakan siap mensukseskan SRA/MRA.
13. Dan terakhir menyanyikan lagu tak gentar untuk mengikat semangat yang telah dikandung badan. Dengan teriakan merdeka dari setiap anak.

Baca Juga  Dinas PP, KB dan P3A Kabupaten Takalar Menyelenggarakan Pelatihan PPRG

Beragam tanggapan positif juga disampaikan oleh kepala sekolah, guru, masyarakat dan siswa.
" Alhamdulillah ternyata Anak semangatnya luar biasa dalam kegiatan belajar di luar kelas dgn berbagai kegiatan ini. tampak dari binar mata anak-anak kita saat bermain dengan permainan tradisional yang mengandung makna cinta terhadap budaya, yang sudah lama tidak nampak tiba-tiba dideklarasikan kembali. Salut dengan pemilik gagasan yang luar biasa ini" tutur Megawati Kepala MTs IUJ Lereng-lereng, Pinrang Sulawesi Selatan.

Sementara terpisah Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kabupaten Takalar, H. Misbahuddin menyampaikan bahwa "Meski tidak semua terdaftar secara online karena masalah akses namun ribuan anak dari 100 lebih Madrasah semua jenjang di Kab. Takalar ikut ambil bagian dalam kampanye sehari belajar di luar kelas".

Baca Juga  Luar Biasa, Berkat Alat Rekam Pajak Online, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Takalar Mampu Tingkatkan PAD Sebesar 40 Kali Lipat

Agus Rizal Dg Magading Koordinator SIGAP KERLIP wilayah Jeneponto mengaku sangat optimis terhadap capaian dari OCD tahun ini "Kami aktif menyebarkan informasi terkait kegiatan Sehari Belajar di Luar Kelas, dan terus mendampingi, memberi asistensi kepada teman teman dari berbagai sekolah baik pada lingkup Kabupaten Jeneponto maupun teman dari luar kabupaten yang terus berupaya mendaftar secara online, saya tahu banyak yg tidak tembus mendaftar tapi tetap yakin bahwa kegiatan belajar diluar kelas yang dilaksakan kemarin tidak kehilangan makna" tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here