Komite Pejuang Kerakyatan Desak KPK Periksa Tito Karnavian

HUT ke-81 RI Bupati dan Wakil Bupati Takalar

HUT ke-81 RI Ketua DPRD Takalar

SULSELBERITA.COM. Makassar-Aksi unjuk rasa dipertigaan buleovard pettarani, Komite Pejuang Kerakyatan (KPK) menuntut Presiden Joko Widodo sambil membakar ban bekas.

KPK meminta Presiden terpilih Joko Widodo untuk menuntaskan beberapa kasus yang masih simpang siur.

Bacaan Lainnya

HUT ke-81 RI ody Riyan Saputra - Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Takalar

dr. Ruslan Ramli, M. Adm. Kes, HUT Ke-81 RI

Bansuhari Said - Camat Pattallassang Kabupaten Takalar

HUT ke-81 RI Ayatullah Rawatib - Plt. Camat Polongbangkeng Selatan

Firmansyah Habsi - Lurah Pappa Kecamatan Pattallassang - Takalar

dr. irmayani, HUT Ke-81 RI

Himbaun Pasang Bendera Merah Putih HUT ke-81 RI

Dilansir melalui tirto.id, kasus itu adalah dokumen buku merah milik pengusaha impor daging Basuki Hariman. Basuki adalah terdakwa kasus suap kepada hakim konstitusi Patrialis Akbar pada Januari 2017. Suap itu terkait uji materi Undang-Undang Peternakan dan Kesehatan Hewan, yang akan menentukan nasib pengusaha importir daging macam Basuki.

Dalam pernyataan sikap KPK yang ditanda tangani oleh Jenderal Lapangan, Sari Wahyuni, memaparkan perihal Buku Merah menjadi kontroversi karena ada 19 catatan transaksi untuk individu yang terkait dengan institusi Kepolisian RI.

Lanjut dalam pernyataan sikapnya, tidak hanya persoalan Polemik Buku Merah, KPK juga menuntut Presiden Joko Widodo untuk ;
1. Memprioritaskan Pendidikan bukan Pembangunan.
2. Wujudkan kesehatan gratis, Bubarkan BPJS.
3. Mendesak MK untuk melakukan Judicial Review RUU KPK.
4. Ciptakan UU yang pro terhadap Buruh, Tani, dan Kaum miskin kota.

Pos terkait