Celebes Law and Transparancy,Desak Kejari Makassar Terkait Kasus Korupsi Proyek Pematangan Lahan dan Pemagaran Pembangunan IPAL

460

SULSELBERITA.COM. MAKASSAR - Puluhan Mahasiswa dari Celebes Law and Transparency unjuk rasa di Jl Amanagappa tepatnya di Kantor Kejari Makassar, dalam rangka terkait "tidak jelasnya penanganan kasus dugaan korupsi proyek pematangan lahan dan pemagaran pembangunan IPAL makassar yang sampai saat ini belum jelas." Aksi yang dipimpin oleh Agustamal Arsyad (Korlap). Selasa (02/7/2019) Sore tadi.

"Pada hakekatnya, korupsi adalah “benalu sosial” yang merusak struktur pemerintahan, dan menjadi penghambat utama terhadap jalannya pemerintahan dan pembangunan pada umumnya.

Dalam prakteknya, korupsi sangat sukar bahkan hampir tidak mungkin dapat diberantas, oleh karena sangat sulit memberikan pembuktian-pembuktian yang eksak. Disamping itu sangat sulit mendeteksinya dengan dasar-dasar hukum yang pasti. Namun akses perbuatan korupsi merupakan bahaya latent yang harus diwaspadai baik oleh pemerintah maupun oleh masyarakat itu sendiri. Jelas Agustamal Arsyad (Korlap) saat diwawancarai awak media disela-sela aksinya.

Baca Juga  Trauma TNKB 2013 Kembali Terjadi, Bukti Nyata Tidak Beresnya Polri Dalam Menyajikan Pelayanan di Samsat Secara Profesional
Advertisement

Lanjut, Dia juga menuntut "Untuk mendesak Kejari Makassar untuk segera mengusut tuntas Kasus Dugaan Korupsi Proyek Pematangan dan Pemagaran Lahan IPAL Kota Makassar, Meminta Kejari Makassar untuk tetap professional dan tidak mudah di intervensi oleh pihak manapunn dalam penanganan kasus korupsi, serta Mendesak kejari Makassar untuk segera menetapkan tersangka pihak-pihak yang terlibat dalam dugaan korupsi Proyek Pematangan dan Pemagaran Lahan IPAL Kota Makassar. Jelasnya.

Diketahui, Bahwa lahan tersebut rencananya dipersiapkan dan akan diperuntukkan, sebagai lokasi proyek pembangunan IPAL (Instalasi Pengelolaan Air Limbah) Kota Makassar. Namun faktanya rencana persiapan lahan IPAL, tersebut tidak berjalan mulus seperti yang diharapkan Pemkot Makassar. Mulai dari persoalan sengketa lahan hingga tak tuntasnya, pengerjaan pematangan lahan dan pemagaran di lokasi tersebut. Berdasarkan pantauan di lokasi proyek terlihat tumpukan dan timbunan material jenis Sirtu (Pasir Batu) yang tak digunakan. Serta sisa bongkaran pagar beton. Berdasarkan hasil perhitungan ahli teknik, ditemukan indikasi kerugian negara akibat pekerjaan proyek tersebut sebesar Rp5 miliar lebih.

Baca Juga  Tabrak Truk Parkir, Jamaluddin Tewas Seketika
Advertisement
BAGIKAN