KPUR Ungkap Fakta Mengejutkan Dugaan Pelanggaran Pemilu di Takalar

HUT ke-81 RI Bupati dan Wakil Bupati Takalar

HUT ke-81 RI Ketua DPRD Takalar

SULSELBERITA.COM. Takalar – Koalisi Penyelamat Suara Rakyat (KPUR) Takalar terus berjuang mengungkap dugaan pelanggaran penyelenggaraan Pemilu 2019 di Kabupaten Takalar.

Bahkan, gugatan yang dilayangkan ke Bawaslu Takalar telah melalui lima kali sidang di lembaga pengawas Pemilu tersebut.

Bacaan Lainnya

HUT ke-81 RI ody Riyan Saputra - Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Takalar

dr. Ruslan Ramli, M. Adm. Kes, HUT Ke-81 RI

Bansuhari Said - Camat Pattallassang Kabupaten Takalar

HUT ke-81 RI Ayatullah Rawatib - Plt. Camat Polongbangkeng Selatan

Firmansyah Habsi - Lurah Pappa Kecamatan Pattallassang - Takalar

dr. irmayani, HUT Ke-81 RI

Himbaun Pasang Bendera Merah Putih HUT ke-81 RI

Juru Bicara KPUR Takalar, Mirwan mengungkapkan kekecewaan terhadap KPUD Takalar yang tidak mampu menghadirkan saksi selama persidangan berlangsung.

“Di agenda persidangan saksi, tak satu pun saksi yang dihadirkan KPU. Dari puluhan TPS yang kami gugat, mereka hanya mengajukan bantahan tertulis yang normatif.”kata Mirwan, Rabu (29/5/2019).

Yang mengejutkan, KPUR mengungkap fakta baru masalah pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di TPS 4 Desa Lassang, kecamatan Polut.

“Kami temukan dugaan pelanggaran fatal dari KPUD. PSU itu hanya mengulang pemilihan presiden. Kami sudah komunikasi pemilih yang dari luar daerah tersebut. Harusnya semua tingkatan diulang.”tambahnya.

Akibat situasi ini, KPUR pun menyatakan bersiap mengajukan aduan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

“Kami anggap ini sebuah keteledoran yang sangat fatal. Kami akan mengambil formulir aduan di Bawaslu Sulsel. Selanjutnya kami akan kaji, apakah akan mengadukan semua elemen ke DKPP.”kunci Mirwan.(*)

Pos terkait