Terkait Korban Laka Meninggal, Pihak RSUD Syekh Yusuf Akui Keterbatasan Alat dan Tenaga Medis

0
182

SULSELBERITA.COM. Gowa - Korban laka lantas pada tanggal 15/5-2019 NMJ akhirnya mengjembuskan napas tetakhirnya setelah berjuang selama kurang lebih 19 jam, dengan selang infus dan oksigen yang terpasang di lengan serta hidungnya.

Selama 19 jam mendapatkan perawatan akhirnya NMJ menghembuskan nafas terakhirnya pada hari kamis 16/5-2019 sekitar pukul 09 00 Wita pagi.

Atas kejadian tersebut, banyak pihak dan masyarakat yang menyayangkan penangan RSUD Syekh Yusuf Gowa terhadapap korban lakalantas ini.

Pasalnya korban yang dalam keadaan kritis dengan tingkat kesadaran yang menurun, sudah seharusnya mendapatkan perawatan yang lebih intens dengan bantuan medis dan alat alat yang memadai, namun ternyata tidak dilakukan karena diduga keterbatasan alat medis.

Kepala Bagian dan Informasi RSUD Syekh Yusuf, H.Muh Taslim saat di temui di ruang kerjanya, saat dikonfirmasi terkait kasus laka tersebut, menjelaskan kronologi penanganan terhadap pasien

Baca Juga  Kasus Bimtek DPRD Kab.Enrekang Tak Juga di P-21 kan, AMPAK Geruduk Polda sulsel

"Kami sudah bahas secara internal Masalah ini,  kronogi pasien masuk yaitu pada hari rabu 15/5/2019, sekitar jam 2 siang. pasien dengan diagnosa trauma kapitis berat dan membutuhkan penanganan dokter bedah saraf, sementara di rumah sakit ini belum ada dokter bedah saraf".Ungkapnya. Selasa (21/5/2019).

"Kondisi pasien tidak sadar dan mengalami pendarahan aktif di hidung dan telinga
Respontime petugas IGD cepat,j am 2:20 kita langsung persiapan rujukan melalui SISRUTE rumah sakit Wahidin, namun jawaban pihak rumah sakit FULL,kemudian petugas mencoba lagi ke rumah sakit lain di makassar, namun jawabannya semua FULL,". tambahnya.

Lanjut di jelaskan, "Akhirnya petugas terus melakukan observasi,sambil menunggu jawaban rumah sakit yang mau menerima pasien,jadi pasien tetap di sini karna tidak ada rumah sakit yang mau terima,tidak mungkin juga kita suruh pulang",tutupnya.

Baca Juga  PWI Takalar Kecam Keras Kebijakan Bupati Berhentikan Ribuan Tenaga Honorer

Pernyataan ini juga di benarkan dr Adi, selaku dokter kepala IGD RSUD Syekh Yusuf Gowa.

Namun tanggapan berbeda di sampaikan oleh paman pasien yang di komfirmasi awak media.

"Setelah jelas tidak ada rumah sakit yang bisa terima, kami berharap pihak rumah sakit ini bisa lakukan penangan yang lebih baik, tapi sampai pagi itu tidak ada.nanti sekitar jam 8:30 pagi itu baru ada pemeriksaan lebih baik dari petugas IGD, barupi juga di pasangi itu alat alat seperti kantong oksigen, tapi mungkin ini anak sudah kehabisan darahmi.akhirnya jam 9 pagi menghembuskan nafas terakhirmi"Ungkapnya sedih.

"Saya hanya berharap pak, pihak rumah sakit itu bisa rubah syistemnya dan perbaiki cara pelayanannya", tutupnya dengan wajah sedih mengenang kematian keponakan yang disayanginya

Baca Juga  Peran Aktif Koptu Agus S pada Kegiatan Kemasyarakatan di Wilayah Binaannya

Kontrubutor: Ilham

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here