Karmila, Korban Pencabulan di Desa Bulujaya Minta Polisi Segera Tangkap Pelaku

0
401

SULSELBERITA.COM. Gowa - Karmila, (12) seorang siswi yang masih duduk di bangku kelas 6 SD Buludoang Desa Tuju Kec.Bangakala Barat, menjadi korban pencabulan dan percobaan pemerkosaan,  kini mengalami trauma berat, kejadian pada hari kamis  (27/12/2018) yang lalu tersebut, sudah dilaporkannya ke Polres Jeneponto, pada senin (31/12/2018), namun pelaku sampai skarang masih bebas berkeliaran dan  belum juga di tangkap

Kronologis kejadian menurut korban kepada awak media ini menceritakan, "Bermula saya lagi mengayung kemenakan saya di ruang tamu rumah kakak saya di Blok 4 Dusun Bulu Jaya Desa Bulu Jaya Kec.Bangkala Barat Kab.Jeneponto, saat itu sya sambil berbaring di lantai, saat kejadian, tidak ada orang lain di rumah, karena kakak saya pergi menanam padi sementara suaminya pergi ke pasar bekerja sebagai buruh bangunan". Ungkap Karmila.(Minggu, 13/1/2019).

Baca Juga  APMI Desak KPK Tangkap Kepala Bappeda Dan Kadis PU Takalar

"Tiba tiba pelaku Dg Nuntung (35) masuk dari pintu depan, dan tanpa basa basi memeluk saya dan memegang dada saya, karena kaget, saya langsung menghadap ke atas, tapi pelaku naik diatas perut saya dan menyumpal mulut saya dengan tangannya, lalu mencium pipi saya dua kali, tapi saya melawan dan mencekik leher pelaku, saya akhirnya  bisa meloloskan diri dan meraih sapu yang kebetulan ada di dekat saya, lalu saya memukulkan sapu tersebut ke punggung pelaku sebanyak dua kali, pelaku pun langsung melarikan diri" Ungkap korban sedih.

"Saya lalu menangis dan menutup rumah, setengah jam kemudian saya keluar rumah menangis, saya lalu dilihat oleh Ika Dg Kinang, lalu bertanya, kamu kenapa, saya lalu menceritakan kejadian yang baru saja saya alami, setelah itu, salah seorang warga lainnya yang bernama Imma Dg Tarring, saya juga mengadu sama dia, hari itu saya tidak mengadu ke kakak saya, karena saya diancam oleh ipar kakak saya yang bernama Sanni dg Ngai (30) yang mengatakan " Awas jangan kamu bilang sama kakak kamu, karena akan berkelahi orang di sini kalau kamu melapor",Ungkap Karmila lebih jauh.

Baca Juga  Pendamping PKH Kec.Bajeng Barat, di Duga "Sunat" Dana PKH Warga

"Saya sering mengingat kejadian itu pak, saya jadi takut, saya kadang menangis sendiri kalau teringat". Ujar korban sambil meneteskan air mata.

Waktu kejadian sekitar jam 4 sore, pelaku (Dg Nuntung) sendiri beralamat di lokasi kejadian, (Berhadapan rumah dengan kakak korban).

Sementara itu, Ibu korban Murni Dg Ngai (52), Meminta pihak kepolisian segera menagkap pelaku agar tidak terjadi hal hal yang tidak di inginkan.

"Kami dari pihak keluarga korban meminta agar pihak polisi di Jeneponto, segera menangkap Dg Nuntung, karena ini masalah siri', kami tak ingin terjadi hal hal yang tidak di inginkan". Harap Ibu Korban.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here