Dituding Timbun Rastra, Kades Desa Aeng Batu-Batu: Itu Fitnah

1059

SULSELBERITA.COM. Takalar - Polemik terkait tudingan penimbunan beras sejahtera (Rastra) di Desa Aeng Batu-Batu ditanggapi dengan santai oleh Kepala Desa Aeng Batu-Batu. Sore hari tadi Senin (30/4/2018) sekitar 6 orang anggota Polres Takalar melakukan koordinasi dan pemantauan dilapangan.

"Fitnahmi seng itu, Penimbunan apa? Barang ditimbun itu disimpan ditempat tersembunyi, dan dianggap ada keinginan untuk mengeruk keuntungan secara komersil, nah ini beras disimpan diteras rumah, semua orang lihatji. Terus mau untung bagaimana na ini beras gratis alias tidak ada biaya. Hampir semua rastra dititip di rumah kades sebelum didistribusikan ke masyarakat. Beras ini datang di bulan Maret, bagaimana bisa dikatakan sudah 3 bulan tidak dibagi. Ada-ada saja. Tapi sudahlah, momentum politik didesa juga semakin dekat, ini saya duga dipolitisir" Jelas Wahyudin

Baca Juga  Satnarkoba Polres Gowa Kembali Bekuk 3 Pelaku Penyalahgunaan Narkotika

Lanjut dipaparkan bahwa alasan belum dibagikannya beras tersebut karena sebelumnya dilakukan musyawarah Desa dengan segenap stakeholders di Desa tersebut terkait adanya keinginan masyarakat miskin yang tidak terdaftar untuk turut diberi beras, " Semua sepakat bahwa masyarakat saling membantu, masyarakat penerima ikhlas memberi masyarakat miskin yang tidak terdaftar. Namun kami menunggu hasil validasi dan verifikasi tim tentang siapa masyarakat yang dianggap layak untuk turut diusulkan sebagai tambahan penerima. Hasilnya itu baru ada 4 hari yang lalu dan tentu saja dalam waktu dekat rastra pun turut dibagikan. Kalau ternyata dalam daftar ada yang meninggal atau pindah, berasnya dikemanakan? Kan itu harus jelas dulu. Justru saya lebih baik hati-hati daripada bertindak gegabah" Kata Wawan sapaan akrabnya.Senin, (30/4/2018).

Baca Juga  GNC Siap Bersama BNNP Sulsel Perangi Narkoba di Takalar

Sementara itu, ditempat yang sama Kanit Reskrim Tipikor Polres Takalar Ipda Hendrik membantah telah melakukan penggerebekan. Kehadirannya hanya untuk melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat dan pantauan langsung dilapangan karena ada aduan masyarakat. Dia mengatakan bahwa Jumlah beras dan bobotnya tidak ada yang kurang, " Kami datang sebatas koordinasi dengan kepala desa terkait masalah ini karena adanya aduan. Tadi kita sempat singgah di kantor desa terus kesini mengecek langsung. Kita sudah hitung semua dan liat sendiri, berasnya tidak ada yang kurang, volume atau bobotnya juga pas. Sisa kualitasnya kita mau koordinasikan ke Bulog. Kalau bagus, kita arahkan untuk secepatnya didistribusikan, ke masyarakat" Ungkap Ipda Hendrik. (Senin, 30/4/2018)

Advertisement
BAGIKAN