SULSELBERITA.COM. Takalar – Warga Kelurahan Bulukunyi akhir akhir ini resah dengan Aktivitas tambang diduga ilegal, yang sudah sekian lama beroperasi di kampung Padeng padeng Lingkungan Tengko, Kelurahan Bulukunyi kec.polongbangkeng Selatan.
Keresahan warga tersebut bukan tanpa alasan, pasalnya akibat aktivitas pertambangan tersebut, kondisi jalan mengalami kerusakan parah, karena mobil truk yang mengangkut material batu dan timbunan keluar masuk di lokasi tambang, mengakibatkan jalan menjadi rusak dan berlubang, apalagi saat ini masih musim hujan, yang akhirnya membuat jalanan berlumpur dan licin.
Dari hasil pantauan awak media di lokasi, nampak warga pengguna jalan tersebut terpaksa harus antri bila ada mobil truk keluar dari tambang, karena sepanjang jalan sulit dilalui kendaraan.
Salah seorang warga yang yang meminta agar namanya tidak ikut dimediakan, mengaku sangat resah dengan kondisi jalan yang rusak parah tersebut, Apa lagi sebentar lagi musim panen padi dan jagung pasti petani kesulitan mengangkut hasil panennya kerumahnya dengan kondisi lalan seperti ini.
“Kami warga pengguna jalan sangat resah dengan kondisi jalanan yang rusak parah, apalagi dalam waktu dekat ini, warga akan panen padi, kami pasti akan kesulitan mengangkut hasil panen padi kami kerumah dengan kondisi jalan yang rusak seperti ini, kami sangat berharap, agar pihak kepolisian segera menutup tambang yang kami duga ilegal ini”. Ungkapnya.
Dari hasil pengumpulan data dan keterangan di lokasi, terungkap jika pengelola tambang tersebut atas nama Daeng Ngalle yang merupakan warga kampung Padeng Padeng Lingkungan Tengko Kelurahan Bulukunyi sendiri, sedangkan yang memasukan alat atas nama Daeng Siama.






