SULSELBERITA.COM. SIDRAP – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi Desa Kelompok 116 Universitas Hasanuddin yang ditempatkan di Desa Salobukkang, Kecamatan Dua Pitue, Kabupaten Sidenreng Rappang, melaksanakan Seminar Program Kerja pada Selasa (15/7/2026). Kegiatan berlangsung pukul 14.00 WITA di Kantor Desa Salobukkang, di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Prof. Nurdin, S.Si., M.Si.
Seminar dihadiri Kepala Desa Salobukkang Sauli, S.Sos., Ketua BPD, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Ketua TP-PKK, perwakilan sekolah, serta tokoh dan warga masyarakat setempat.
Koordinator Desa KKN-T 116 Andi Muh. Shaquille Arsany Rahman menjelaskan seluruh program yang disusun bukan sekadar gagasan, melainkan hasil pengamatan langsung di lapangan serta kesepakatan bersama perangkat desa dan warga. Program mencakup bidang lingkungan, pendidikan, sosial, hingga ekonomi agar benar-benar menjawab kebutuhan nyata masyarakat.
Dalam pemaparan, kelompok menawarkan satu program kerja bersama: pembuatan alat pembakaran sampah minim asap atau Rocket Stove.
Serta delapan program kerja individu:
– Sosialisasi pencegahan perundungan di seluruh wilayah desa
– Pembentukan pojok informasi desa
– Pemberdayaan ibu PKK mengolah limbah rumah tangga menjadi pupuk organik
– Pemetaan potensi UMKM dan pengembangan situs web digital desa
– Pemanfaatan daun mangga menjadi herbisida alami
– Digitalisasi informasi potensi desa berbasis laman resmi
– Penyusunan basis data terpadu untuk optimalisasi administrasi PKK
– Penyuluhan hukum agraria dan sosialisasi sertifikasi tanah
Kegiatan berlangsung interaktif dan disambut antusias. Staf kantor desa menilai program pemetaan UMKM beserta situs web sangat strategis untuk memperluas jangkauan pasar pelaku usaha lokal.
“Dengan adanya peta dan informasi daring, orang dari luar daerah pun lebih mudah menemukan lokasi usaha warga. Ini sangat berdampak positif bagi ekonomi desa,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua BPD menyambut baik inovasi alat pembakaran sampah ramah lingkungan dan siap berkolaborasi.
“Kami siap membantu pelaksanaannya. Segera komunikasikan waktu dan tempat pembuatannya agar kami bisa berkoordinasi dan bergotong royong bersama warga,” ungkapnya.
Mahasiswa berharap dukungan seluruh elemen masyarakat dapat mewujudkan program ini dengan lancar, sehingga manfaatnya terasa nyata dan berkelanjutan, tidak hanya saat masa KKN berlangsung, tetapi juga menjadi aset kemajuan Desa Salobukkang ke depannya.




