PLT Kades Bontoloe Di Tuding Lakukan Pemecatan Staf Desa Secara Sepihak

HUT ke-81 RI Bupati dan Wakil Bupati Takalar

HUT ke-81 RI Ketua DPRD Takalar

SULSELBERITA.COM. Takalar – SE oknum PLT Kades Bontoloe Kecamatan Galesong dituding oleh warganya telah melakukan kesewenang wenangan, pasalnya oknum SE telah melakukan tindakan arogan dengan memecat staf Desa Bontoloe tanpa alasan yang jelas. (14/1/2018).

Menurut salah seorang warga Desa Bontoloe, yang meminta agar namanya tidak dipublikasikan kepada awak media ini (Senin, 15/1/2018), mengatakan bahwa oknun PLT Desa Bontoloe SE, beralasan pemecatan tersebut, karena mereka saat Pilkada yang lalu mendukung NO.1

Bacaan Lainnya

HUT ke-81 RI ody Riyan Saputra - Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Takalar

dr. Ruslan Ramli, M. Adm. Kes, HUT Ke-81 RI

Bansuhari Said - Camat Pattallassang Kabupaten Takalar

HUT ke-81 RI Ayatullah Rawatib - Plt. Camat Polongbangkeng Selatan

Firmansyah Habsi - Lurah Pappa Kecamatan Pattallassang - Takalar

dr. irmayani, HUT Ke-81 RI

Himbaun Pasang Bendera Merah Putih HUT ke-81 RI

“Oknum SE memecat mulai staf, kadus, imdus, penjaga parkir di pasar, alasannya karena mereka semua mendukung Paslon No.1 saat Pilkada, bahkan kemarin ada surat dari pemda untuk musyawarah pengusungan Calon Imam Desa tetapi mereka tidak lakukan musyawarah. Hanya nama saja yang mereka kirim” jelasnya melalui Chat Facebook.

Diantara staf Desa yang di pecat oleh Oknum SE tersebut, yakni Kardizal dan Nurwati, Salah seorang warga lainnya, DS mengatakan, “Saya juga bingung kenapa langsung dipecat secara sepihak. Mungkin karena ada hubungannya Pilkada dulu. Yang dimana Plt sekarang itu orangnya Bupati Takalar sekarang,” ungkap DS yang dilansir dari media online Inikata.com, Senin (15/1/2018).

Selain itu, lanjut DS semua Kepala Dusun di desanya juga turut diberhentikan terkecuali yang ikut dengannya.

“Dari semua Kepala Dusun satuji yang tidak dipecat karena Kepalan Dusun tersebut orangnya ini pak SE,” tuturnya.

“Saya curiga langkah langkah otoriter tersebut untuk mempermulus penggunaan anggaran desa membelanjakan janji politik bupati terpilih,” tambahnya.

Pos terkait