SULSELBERITA.COM. TAKALAR, 28 Oktober 2026. Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, terus memperkuat inovasi pelayanan sosial berbasis masyarakat melalui program PAK SEWANG (Pelayanan Antar Kelurahan untuk Sosial Kesejahteraan Warga Pattallassang). Inovasi ini kini memasuki tahap pembagian kelompok kader di 41 lingkungan yang tersebar pada sembilan kelurahan di Kecamatan Pattallassang.
Dalam skema pelaksanaannya, setiap lingkungan memiliki lima orang kader yang bertugas mendampingi 50 rumah tangga. Pembagian kelompok tersebut dirancang untuk memperjelas wilayah kerja, memperkuat koordinasi antarkader, serta memudahkan pemantauan kondisi terkini masyarakat secara langsung.
Melalui pola pendampingan ini, pemerintah kecamatan berupaya membangun sistem pemantauan sosial yang lebih terstruktur agar informasi mengenai kondisi warga, kebutuhan dasar, serta persoalan sosial di lingkungan masyarakat dapat diketahui lebih cepat dan ditindaklanjuti secara tepat.
Program ini juga diharapkan membantu pemerintah mengidentifikasi warga yang membutuhkan perhatian, sehingga pelayanan dan intervensi sosial dapat disesuaikan dengan kondisi nyata di lapangan.
Terinspirasi dari Studi Lapangan di Surabaya
Di tempat terpisah, Camat Pattallassang, Bansuhari Said, mengungkapkan bahwa pengembangan pola kerja PAK SEWANG tersebut terinspirasi dari kegiatan studi banding yang dilakukannya di Surabaya beberapa hari sebelumnya. Kegiatan itu diikuti dalam rangka Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) LAN RI Angkatan II Tahun 2026.
Pengalaman tersebut menjadi bahan pembelajaran untuk mengembangkan pendekatan pelayanan yang lebih dekat dengan masyarakat dan dapat diterapkan sesuai kebutuhan wilayah Kecamatan Pattallassang.
“Kami ingin pemerintah tidak hanya mengetahui kondisi masyarakat dari laporan di atas kertas. Melalui PAK SEWANG, kami berharap dapat melihat dan mengetahui secara langsung kondisi terkini, persoalan, serta kebutuhan warga di Kecamatan Pattallassang,” ungkap Bansuhari Said.
Menurutnya, pembagian kader berdasarkan lingkungan dan rumah tangga dampingan merupakan langkah penting untuk membangun sistem kerja yang lebih terarah. Dengan pembagian tugas yang jelas, setiap kader diharapkan mengetahui siapa yang menjadi tanggung jawab pendampingannya dan bagaimana menyampaikan informasi yang ditemukan di lapangan.
Ia berharap inovasi tersebut menjadi instrumen pendukung dalam meningkatkan ketepatan data sosial sekaligus memperkuat respons pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat.
Kader Memiliki Wilayah Dampingan yang Jelas
Penerapan pembagian kelompok ini mendapat respons positif dari salah seorang kader yang ditemui saat kegiatan sosialisasi. Ia mengakui bahwa pola kerja tersebut merupakan hal baru bagi para kader, tetapi dinilai dapat mempermudah pelaksanaan tugas di lapangan.
“Ini hal yang baru buat kami, tetapi justru lebih mempermudah pekerjaan di lapangan. Karena wilayah dan rumah tangga yang kami dampingi sudah jelas, kami bisa lebih fokus menjalankan tugas dan mengurangi kemungkinan tumpang tindih pekerjaan dengan kader lainnya,” ujarnya.
Kader tersebut juga menyampaikan rasa syukurnya atas informasi mengenai kenaikan insentif kader pada tahun ini yang disampaikan oleh Camat Pattallassang.
“Apalagi menurut Ibu Camat, insentif kami tahun ini juga dinaikkan. Alhamdulillah, tentu kami bersyukur. Mudah-mudahan dengan pembagian tugas yang lebih jelas, kami bisa bekerja lebih baik dan membantu masyarakat dengan maksimal,” tambahnya.
Memperkuat Deteksi Dini Masalah Sosial
PAK SEWANG dirancang untuk memperkuat hubungan antara pemerintah kecamatan, pemerintah kelurahan, kader, dan rumah tangga yang menjadi sasaran pendampingan. Dengan jangkauan 41 lingkungan di sembilan kelurahan, program ini memiliki potensi menjadi salah satu sumber informasi lapangan bagi pemerintah dalam memahami dinamika sosial masyarakat.
Namun, keberhasilan inovasi ini tidak hanya ditentukan oleh jumlah kader atau rumah tangga yang didampingi. Kejelasan indikator pemantauan, ketepatan pencatatan data, mekanisme pelaporan, serta tindak lanjut atas temuan kader juga menjadi faktor penting agar informasi yang dikumpulkan benar-benar menghasilkan perbaikan pelayanan.
Melalui penguatan sistem kerja tersebut, Kecamatan Pattallassang berharap PAK SEWANG dapat membantu pemerintah bergerak lebih cepat dalam mengenali kebutuhan masyarakat, mengurangi kesenjangan informasi, dan memastikan warga yang membutuhkan perhatian tidak luput dari pemantauan.
Inovasi ini menjadi bagian dari upaya Kecamatan Pattallassang membangun pelayanan publik yang lebih responsif, berbasis kondisi nyata di lapangan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
PAK SEWANG bukan sekadar pembagian wilayah kerja kader, melainkan upaya membangun jembatan informasi antara masyarakat dan pemerintah agar kebutuhan warga lebih cepat diketahui dan penanganannya lebih terarah.
(Humas Pattallassang)










