LSKP Bekerjasama PUSKAPOL UI Sukses Gelar Public Talk

HUT ke-81 RI Bupati dan Wakil Bupati Takalar

HUT ke-81 RI Ketua DPRD Takalar

SULSELBERITA.COM. Jumat, 31 Maret 2023, Lembaga Studi Kebijakan Publik (LSKP) bekerjasama dengan Pusat Kajian Politik (PUSKAPOL) Universitas Indonesia sukses menggelar  Public Talk #1 melalui siaran langsung di Instagram @lskp.id dan @puskapolui pukul 15.00 WITA dengan tema Perempuan Dalam Eskalasi Politik Menuju Pemilu 2024. Seri diskusi kali ini menghadirkan narasumber Delia Wildianti, Peneliti PUSKAPOL UI dan dimoderatori oleh Alfiana, Peneliti LSKP.

Isu perempuan dan politik ini sangat menarik dibahas. Menurut Delia, partai politik dengan kesiapannya menghadapi pemilu tahun 2024 harus menyiapkan rekrutmen tahapan pencalonan anggota legislatif dengan bijak. Ini mesti dilakukan secara transparan dan tentu tetap memberikan ruang bagi keterwakilan perempuan, tutur Delia.

Bacaan Lainnya

HUT ke-81 RI ody Riyan Saputra - Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Takalar

dr. Ruslan Ramli, M. Adm. Kes, HUT Ke-81 RI

Bansuhari Said - Camat Pattallassang Kabupaten Takalar

HUT ke-81 RI Ayatullah Rawatib - Plt. Camat Polongbangkeng Selatan

Firmansyah Habsi - Lurah Pappa Kecamatan Pattallassang - Takalar

dr. irmayani, HUT Ke-81 RI

Himbaun Pasang Bendera Merah Putih HUT ke-81 RI

Dari catatan PUSKAPOL, keterwakilan perempuan di daftar calon anggota legislatif hanya formalitas saja. Kuota 30% betul telah dilakukan parpol, tapi hanya sekedar memenuhi nama perempuan saja. Padahal dengan adanya kebijakan afirmasi, hal tersebut memberikan ruang bagi parpol agar menyiapkan kader perempuan yang lebih potensial dan hebat.

Di akhir diskusi, dialog mengerucut pada parpol dapat menyiapkan sejak dini untuk melakukan pendidikan politik bagi masyarakat khususnya perempuan, menempatkan nomor urut serta menempatkan perempuan di daerah pemilihan yang potensial keterpilihannya. Pemerintah, kampus, dan masyarakat sipil juga memiliki peran untuk terus melakukan sinergitas dalam melakukan pendidikan politik bagi masyarakat. Paling utama dari semua hal di atas, tentu kapasitas perempuan yang perlu untuk terus ditingkatkan, tutup peneliti PUSKAPOL UI ini.

Pos terkait