DPD LIRA Konawe, kecam Statement Management HRD PT VDNI, yang rilis di beberapa media online

Selamat Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW - Bupati dan Wakil Bupati Takalar - Sulselberita

HUT ke-81 RI Bupati dan Wakil Bupati Takalar

HUT ke-81 RI Ketua DPRD Takalar

 

BIRO KONAWE, SULSELBERITA.COM Konawe, Seperti diketahui sebelumnya beredar pernyataan oknum pihak management HRD PT VDNI. bahkan pernyataan tersebut beredar dibeberapa media online bahwa, “Kalau tidak nyaman bekerja silahkan berhenti saja bro”

Bacaan Lainnya

HUT ke-81 RI ody Riyan Saputra - Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Takalar

dr. Ruslan Ramli, M. Adm. Kes, HUT Ke-81 RI

Bansuhari Said - Camat Pattallassang Kabupaten Takalar

HUT ke-81 RI Ayatullah Rawatib - Plt. Camat Polongbangkeng Selatan

Firmansyah Habsi - Lurah Pappa Kecamatan Pattallassang - Takalar

dr. irmayani, HUT Ke-81 RI

Himbaun Pasang Bendera Merah Putih HUT ke-81 RI

Statement itu membuat naik pitan di kalangan beberapa Aktivis sulawesi tenggara , salah satu yang menyoroti pernyataan Oknum HRD PT VDNI ini , adalah Bupati DPD Lira Konawe ( Satriadin Spd ) menurut pemuda bergelar sarjana pendidikan ini, bahwa pernyataan itu tidak layak di lontarkan oleh pihak management HRD PT VDNI, sebab menurut satriadin, ini bukan soal nyaman dan tidak nyaman ini soal HAK dan kesejahteraan BRO..!!! kecam Bupati DPD Lira konawe ini.

Bupati Lira Konawe ini, menjelasakan bahwa Akhir-akhir ini banyak karyawan virtu/oss yang mengeluhkan soal gaji mereka yang tidak layak atau tidak sesuai dengan perjanjian kerja, karena itu satriadin menduga bisa saja ada oknum pihak HRD PT VDNI yang bermain sehingga terjadi pemotongan gaji atau di sunat oleh pihak management HRD, bebernya

Masih satriadin, statement salah satu management HRD PT VDNI itu merupakan paradigma yang keliru, lucunya ketika karyawan Memprotes Soal penggajian justru jawaban pihak management malah mengundang emosi , alih alih kata satriadin tentu jawaban seperti itu malah bisa menyakiti hati para Buruh, yang seharusnya buruh tersebut dijadikan subjek dari investasi bukan sebagai objek eksploitasi investor.

Tambah satriadin, stetement tersebut tentu menggambarkan kalau kita mau di ajarkan “MENGEMIS DI NEGERI SENDIRI”

atas kejadian tersebut sangat di sayangkan dirinya sebab kata dia, Alam kita ini di eksploitasi habis-habisan oleh investor China seharusnya minimal kita ikut menikmatinya dengan cara bekerja dan mendapat upah yang layak sesuai peraturan perundang-undangan

“Saya berharap pemerintah Daerah peka dengan kondisi buruh yang ada di virtu/oss saat ini.

Kemudian harapan saya,kata satriadin minta agar pemerintah segera membentuk Dewan pengupahan, karena sudah ribuan keluarga kita yang menggantungkan hidupnya di perusahaan tersebut, tuturnya

“Jangan lagi hasil keringat buruh di makan dengan cara-cara yang tidak hormat” ucapnya

Dan saya’satriadin selaku bupati DPD Lira Konawe, berharap kepada serikat buruh yang ada untuk segera memperjuangkan hak – hak karyawan yang di kebiri, dan mewarning keras oknum-oknum management virtu yang tidak pro terhadap karayawan, tandasnya

( HNR )

Pos terkait