Terkait Dugaan Larangan Wartawan Bawa HP Saat Konfirmasi, Kejari Kampar Disorot

11

SULSELBERITA.COM. PEKANBARU –
Kepala Seksi Intelijen (kasi Intel) Kejaksaan Negeri Kampar Silfanus Simanullang diduga melarang awak media (wartawan) membawa alat komunikasi atau HP Android kedalam ruangan kerjanya saat melakukan konfirmasi terkait laporan LSM Tamperak Kampar yang setahun lalu.

Kejadian pelarangan tersebut, terjadi pada hari Kamis 6/5/21 sekitar pukul 15.00  saat menjalankan profesinya selaku kontrol sosial untuk konfirmasi peliputan terkait perkembangan kasus  pungli yang diduga dilakukan SMP Asisi kota Batak dan SMP negeri 08 Tapung.

Hal ini diketahui, Saat staf kejaksaan Negeri Kampar berinisial R, sebelum mengizinkan awak media memasuki ruang kerja kasi Intel Kejari Kampar Silfanus Simanullang,R perintahkan awak media meninggalkan HP Android salah satu alat utama untuk peliputan,dimeja loby.Menurtut R pengunjung baik wartawan harus meninggalkan HP Android di meja loby dan peraturan itu sudah lama”. memang tinggal HP sekarang pak, Itu peraturannya, nanti diambil lagi.”Kata Staf Kejari Kampar diloby serta diamini rekan-rekannya.

Baca Juga  Perangi Peredaran Narkotika, Kapolsek Bajeng Gowa Gandeng Pemerintah Desa Paraikatte untuk Saling Bersinergi

Usai keluar dari ruang kerja Silfanus Simanullang, pihaknya menyatakan kebijakan tersebut sudah lama berjalan.

Didalam ruang kerja Silfanus Simanullang, ketika awak media menyampaikan bahwa alat komunikasi tinggal di lobby dan maksud tujuan awak media hendak konfirmasi terkait kasus dugaan pungli yang di laporkan oleh LSM Tamperak Kampar.Silfanus Simanullang kasi Intel Kejari Kampar seolah-olah mengabaikan kejadian yang disampaikan oleh awak media, bahwa HP Android awak media  harus ditinggal di lobby.

Seftianus justru langsung hanya menyampaikan hal laporan LSM tersebut, Kata Silfanus, sampai sekarang, Kejaksaan Negeri Kampar belum pernah ada melakukan pemanggilan terhadap terlapor. Menurut dia, laporan yang sudah terintegrasi akan segera ditindaklanjuti.Ia menambahkan, “laporan yang sudah ditindaklanjuti akan dikonfirmasikan kepada pihak pelapor”. jawab Silfanus Simanullang diruang kerjanya saat dikonfirmasi oleh awak media dengan meninggalkan HP Android di loby 6/5.

Baca Juga  Wujudkan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat yang Humanis dan Mertabat, Polres Maros Gelar Rapat Penyusunan Rencana Kerja Tahun 2021

Hal inipun,  dipertanyakan sejumlah rekan media,kenapa pihak kejaksaan Negeri Kampar melarang wartawan membawa HP Android keruangan Kasi Intel Kejari Kampar Silfanus Simanullang  saat melakukan konfirmasi.

Menanggapi hal tersebut,sikap dari pihak Kejari Kampar melarang wartawan membawa HP Android keruangan Kasi Intel Silfanus Simanullang saat melakukan konfirmasi.Robinson Tambunan Ketua GWI (Gabungan Wartawan Indonesia) Kampar sangat menyayangkan kejadian tersebut.Menurut Robinson apa sebabnya wartawan harus meninggalkan HP Android dan peraturan apa yang dibuat oleh pihak Kejari Kampar.Disamping itu, Robinson menilai  kinerja pihaknya diduga kuat ada melenceng dan patut dipertanyakan.Selaku awak media, Robinson juga kecewa atas sikap Kejari Kampar tidak memperbolehkan Wartawan membawa HP Android Saat melakukan konfirmasi.”Ada apa,pihak kejaksaan suruh meninggalkan HP.Kalau Wartawan melakukan konfirmasi gimana, merekam gimana,memoto  gimana itukan kerja Wartawan.Ada apa mereka harus ketakutan, kalau benar kenapa harus takut, kalau salah yaa takut mereka.”Kata Robinson Tambunan Ketua GWI Kampar  dengan nada tegas lewat komunikasi seluler 6/5/21.(dh)

Baca Juga  Redam Kepanikan Masyarakat, Bhabinkamtibmas Desa laikang menyelenggarakan sambang

Sumber : David Japos

Rilis/Ansori

Advertisement
BAGIKAN